Minggu, 14 Desember 2025

Notes To My Dearest Nara

Hi Noot, 

This is my second time to read your letter and i still crying. First time when Mom gave it to me and the second time when I re-write it into my blog. i realized that I still need to learn every day to become a best father for you. But trust me, what ever I do, I do it for you. 

I want you to fly higher than me. Your success is yours, but your failed is mine. I can not say much word than you, but i just want to say that you are the greatest give for me. You teach me as a parent, a man or even as a friend. I know I am not a good listener, but i am trying always be there for you every time when you need me. I will always be your safety net. 

Mom is rite. When the time is come and you are leaving to your dream in UK or Europe, I will cry all day. It's not because of I am sad, but because I am very happy and will be so proud. I will let  my tears fell down and I will not shame to show it to the world. Yes, I am a man, but I also a Dad who fell flowery to let you go to achieve your dream. Do not worry. I will be fine. Do not look back. Just come back whenever you want. 

Every morning when i wake you up, i was pensive. I am a lucky Dad to have you. I look on your face and i still can not realize that you grew up. But in my mind, you are still my little baby. That's why i always want to huge you because you are (still) my baby. Always be 😍

Thank you very much form being a good daughter, good kid, good friend and good sister for Gits.  I can not ask for more form you. You are so kind, helpful and care with your family especially your little daughter. You are a good role model for her, and I am so proud of that. 

Fly higher my baby, fly higher! We will give you the best wings that we can provide. We will always be at home, be a home for you to come whenever you want. 

I love you so much.

-Dad-  



Surat Balasan Nara Untuk Ibu Dan Aji

Hello mom. I don't even know where to begin. So obviously, i pathetically cried from your letter. First of, I'd like to say my biggest apology especially when i had compared you multiple times with Mbak Sum. Going straight to the point, you are the best mom. You and Dad are the best. I could wish for better, but no amount of divine powers will be able to grant it because you both are perfect. Every time we talk, i am always grateful. I have 2 parents who loves me endlessly and never have judged me for who i want to be. Many others do not have that kind of privileged. I am more than lucky, I am blessed. Sometimes I'm afraid that you and Dad will judge and disregard my thinking and opinion, but you never do. And you've reassured me thousands of times. I never wanted to be a burden to you. I'm trying, i really am. Occasionally, i feel like I'm failing you and Dad. Whether it's cuz of my lack if motivation, grades, skills, morality, even appearance. Genuinely, I'm trying the best I can for them all. Because you both are the best parents, you've been supporting me and are always there for me. Failing the both of you, is my biggest nightmare. 

Mom, you've always been with me through all kinds of hardships. You are my best friend. The only best. Everyday after school, I'm always waiting for you. It dreads me every time you can't pick me up because that'll mean that I'll have no one to tell my day to. You've always listen to me, care for me, and protect me. And it hurts me every time you say that you're not a good enough mother for me. So, I'd to write this in concrete word. You are the best Mom. I love you 💖     

Dad, you are always a resilient man. You've climbed the mountain and swam the horizon to provide the best for me. I've always happy that you're here for me, ready to catch me if i fall. Sometimes i feel that I'm not good enough for you. And i wanna say that I'll be better. I'm trying and I'll reach up for you. Passing your expectation and ideals, sometimes i want to cry just from how nice you are. I'm more than grateful yo have you as my Dad. Just like Mom, i couldn't have better. I will keep trying my best because i know you're doing the best for me. You are the best Dad. I love you 💗

-Nara-

Jumat, 28 November 2025

Surat Ibu Buat Nara

Hai Noot! It's me :) Ha ha ha
Ibu disuruh nulis surat buat U, wah bakal jadi panjang nih yappingnya.
Mulai ya..jangan nangis dulu hahaha

4 April 2029, hari yang ga bakal Ibu dan Aji lupain. Inget banget malem2 di rumah sakit siap-siap operasi cesar. Long strory short, kamu lahir dengan selamat dan sehat. Bayi gemoy Ibu Aji. Ibu Aji bersyukur dan happy kamu lahir. 
Saat kamu lahir jadi anak, Ibu Aji juga lahir jadi orang tua. 
Aji pertama kali gendong kamu, masih ngerasa kayak mimpi.
Sedangkan Ibu, masih dengan nahan sakit bekas operasi, clueless.
Semua ilmu dan teori yang Ibu pelajari sebelum kamu lahir, hilang. 

Hari pertama..hari kedua...air susu Ibu belum keluar. Kamu nangis terus. 
Ibu stress, takut, sedih, bingung.. semua rasa tiba-tiba datang tanpa sempat Ibu proses. Tapi untungnya ada Aji. Aji support terus dan nguatin Ibu.
Aji melakukan apapun yg Aji bisa untuk membantu Ibu. maklum, baru pertama jadi orang tua :( 
We were still under 30 at that time. 

Kita memang masih belajar, tapi kita bertekad akan berusaha memberikan yg terbaik buat kamu. Rumah sakit yg terbaik, walopun ngutang, karena kondisi ekonomi kita juga belum sebaik sekarang. 
Tapi kamu adalah semangat buat Ibu Aji. Aji yang masih cupu di kantor, berusaha banget jadi ayah terbaik. Selalu menyediakan waktu buat kamu. Mau bantu gendong U, suapin U, ngajak main. 

Apa itu fatherless? ga ada di kamus kita. from day 1, he involved. He's always there for you. 
Ibu yang masih kerja, kerja keras untuk pompa air susu dan membagi waktu. Tau sendiri kerjaan Ibu sangat mobile, sering keluar kota, dan jam kerja ga jelas. 

Pernah satu hari, Ibu lembur di kantor. Kamu nelpon, bilang "Ibu kapan pulang? Nara ga mau gosok gigi sama Mbak Sum. Nara mau Ibu. nara mau nunggu Ibu pulang." wah..I cried. sedih banget rasanya. permintaanmu simple banget, tapi Ibu ga bisa wujudin :(

Long story short, pas umur kamu 3 tahun, Mbak Sum minta resign. Dia mau pulang kampung. Ya udah, Ibu susah buat cari pengganti, akhirnya Ibu memutuskan untuk berhenti kerja. Salah satu keputusan terbesar dalam hidup Ibu.
Dan kembali, Aji support keputusan Ibu. Ibu langsung les nyetir, biar bisa anter jemput kamu ke sekolah.  Sampe sekarang itu jadi moment yang ga akan Ibu sesali. best decision!
Kalau bukan karena kamu, Ibu mungkin ga bisa nyetir sampe sekarang. Makasi ya

Selanjutnya semua berjalan lancar dan baik. ya walopun awal-awal Ibu di rumah, Ibu juga stress sih. Adaptasi dari kerja kantoran ke kerjaan rumah ternyata juga ga mudah. Apalagi kamu suka bandingin Ibu dengan Mbak Sum. "Mbak Sum bikinnya ga gini..Mbak Sum kalau masak ceker enak banget..Nara mau yang kayak dimasak Mbak Sum." Semua Mbak Sum.

Ibu pernah nangis karena sedih dan ngerasa ga bisa jadi Ibu yang yg baik buat kamu. Tapi untungnya proses adaptasi kita ga lama. Kamu tumbuh jadi anak yg baik hati, ceria, penuh imajinasi. Kita sering melukis bareng dan main role play. Inget ga kamu hobi main role play kapal-kapalan?

Kamu juga suka banget hewan. Tiap ke pasar minta beli bebek, kelomang, kelinci, hamster. Kemana-mana juga nyarinya boneka dan balon hewan. 

Eh tau-tau anak kecil si super kacau itu udah besar aja. Bentar lagi mau kuliah. Kata orang, masa tersulit dalam parenting adalah pas anak masuk usia remaja. Tapi, syukurnya Ibu Aji ga pernah merasa sulit/berat.

Kamu tumbuh jadi anak remaja yang baik, penyayang dan ga aneh-aneh. Kegiatan anter jemput sekolah jadi waktu buat kita ngobrol, dari kamu TK sampai SMA. Komunikasi kita di mobil sangat menyenangkan. Ibu jadi lebih mengenal kamu dan mendampingimenjadi pendengar yang baik sekaligus jadi temen diskusi.

Tugas Ibu Aji adalah menjadikan kamu versi terbaik dari dirimu and we see the potential. You have the potential. Ibu Ahi akan support apapun mimpimu.
Maaf ya kalau kadang Ibu Aji keras sama kamu. Maaf Ibu Aji belum bisa jadi orang tua yg sempurna. tapi Ibu Aji akan terus belajar dan berusaha.

Okay, i think this yapp already long. I love you Noot, my Bolo-Bolo!!
Enjoy the rest of your day, see you at home :) 💖💖  


Minggu, 02 November 2025

Hati Yang Terus Merindu

Pagi ini aku membaca berita tentang meninggalnya ayah dari Jerome Polin, seorang content creator yang menjelaskan matematika dengan cara yang menyenangkan. 

Dalam berita itu, dia menceritakan mimpi ayahnya yang belum dapat dipenuhi sebelum ayahnya meninggal ayahnya ingin menggendong cucu. Begitu baca berita itu, hatiku terenyuh dan larut dalam kenanganku tentang Papa.

Semasa Papa masih hidup, mimpinya sangat sederhana. Papa ingin setelah pensiun nanti bisa anter jemput cucunya sekolah. Mimpi yang nyaris bisa aku penuhi. Beberapa bulan sebelum Nara lahir, Papa meninggalkan ku. 

Padahal waktu itu aku berharap Papa bisa membimbingku untuk jadi seorang ayah dan seorang teman yang baik bagi anak-anak sebagaimana yang Papa lakukan kepadaku. 

Tapi aku percaya, walau Papa sudah tidak bisa menemaniku di dunia, Papa akan terus menemani dan membimbingku dari sana. Bahkan mungkin sekarang bisa lebih cepat lompat berada di Bali atau di Jakarta dalam sekejap mata. 

I Miss U Papa

Topik Diskusi Kita

Hari berlalu begitu cepat. Seperti sekelebat malam berganti pagi dalam satu kedipan. Semakin hari, kita larut dan tenggelam dalam aktivitas dan kesibukan kita masing-masing. 

Waktu ngobrol sepertinya hanya tersisa di pagi hari sambil sarapan atau minum kopi, malam hari selepas kerja atau disela-sela akhir pekan. Kenapa di sela-sela akhir pekan? Iya karena kita sibuk dengan aktifitas mengantar Nara dan Gita dengan hobinya masing-masing, dari pagi hingga malam menjelang.

Saat ngobrolpun, topik tidak akan jauh-jauh dari pembahasan aktifitas anak-anak, perkembangan dan rencana sekolah mereka serta topik-topik random lainnya. Kadang di tengah lamunanku, aku merasa bersalah karena sekarang jarang kita membahas topik tentang kita. Iya, topik tentang kita berdua.

Aku merasa mungkin ini sebuah phase dalam kehidupan dimana fokus sedikit berubah dari aku dan kamu menjadi mereka. Anak-anak semakin dewasa dan perlu banyak bimbingan. Aku bersyukur kamu "tahan" dan selalu siap mendengar celoteh mereka yang seperti penyiar radio, tanpa putus. Kebayang dari pagi hingga larut malam.

Aku juga merasa ini adalah bagian dari tanggung jawab kita menghadirkan mereka ke dunia. Tanggung jawab yang harus kita tuntaskan bersama selama dan selagi kita bisa. 

Sekarang ini bukan hanya tentang aku dan kamu. Tapi tentang kita. Aku, Kamu, Nara dan Gita. 

Love You Always My Wife. 

  

Jumat, 13 Juni 2025

Opname Di hari Minggu

 Ji, aku kedinginan. 

Aku melihat wajah dan bibirmu pucat. Aku ambil sweater dan kaus kaki. AC kamar juga aku matikan namun dengan selimut tetap menutup.

Badanmu tidak berhenti menggigil.
Akhirnya aku memutuskan untuk membawamu ke rumah sakit.

Jam 1 dini hari kita membelah sepi dan sunyinya jalan perkampungan. Tiba di UGD, dokter meminta rawat inap karena kamu sudah sangat lemah karena kekurangan cairan dan makanan.

Aku harus WFH (work from hospital). Pagi siapin sarapan dan bekel anak-anak, anter dan jemput sekolah.

Udah kayak hell kitchen. Waktu tinggal 3 menit lagi, begitu terngiang dalam telingaku.

Kalau ada yang bilang kerjaan Ibu Rumah Tangga itu mudah, sini aku geplok dikit biar agak encer otaknya. Kerja sejak matahari terbit, sampai terbenamnya mata suami. 

Lain kali, minta nginep di hotel aja kenapa sih? Nginep di Rumah sakit itu udah lebih mahal, kasurnya keras dan makanan nggak enak lagi.

Bener deh 3 hari sendirian, aku tak berdaya. Apalagi lebih? Jangan ya dek!

Jumat, 18 April 2025

To My Beautiful Daughters

To my beautiful daughters,

Yesterday, you were my little girls. Today, you are my best friends. You are my greatest gifts, a beautiful reminder of all that is good in this world.
You are so much than perfect. You are strong, funny, kind, and so brave, facing every new challenge

with a courage that inspires me every day. Every moment with you is a treasure.
I am very happy when you say "I am your daughter". I love you and i am very proud of you.
Je t'aime
Dad



Sabtu, 01 Maret 2025

Valentine 2025

Pagi itu aku berangkat ke bandara. Karena perjalanan dinas cuma 3 hari, maka aku hanya membawa koper kecil/koper kabin.

Setelah sekitar 3 jam penerbangan, kegiatan langsung mengantri. Ternyata perjalanan dari satu tempat ke tempat lain sangat padat dan macet. Seperti Jakarta, pikirku.

Baru balik ke hotel pada malam hari sekitar jam 22.30. Ku buka koper untuk mencari pakaian tidur. Saat terbuka, aku kaget kenapa ada barang yang tidak aku tahu sama sekali dalam koper? Padahal hanya aku yang melakukab packing. Aku langsung berfikir takut. Siapa yang meletakkan barang ini di koper ku?

Sedikit terdiam dan termenung sambil berfikir hal-hal yang jelek telah terjadi. 

Perlahan aku angkat barang itu dan aku menenukan secarik kertas   dibawah tumpukan baju. 

Ahh aku tahu siapa yang meletakkan barang itu. Ku buka dan kubaca kertas itu dan aku menjadi sangat terharu dan bahagia. 

Lelah seharian peberbangan, perjalanan dan kegiatan musnah sudah. Sebuah kejutan yang sangat menyenangkan. 



Asia World Model United Nations (AWMUN) X

 Aji, gimana kalau Nara ga menang?

Begitu pertanyaan Nara sewaktu kami akan berpisah di bandara. Kebetulan kami berangkat di hari dan waktu yang bersamaan namun untuk rute yang berbeda. Aku ke Bangkok, Nara ke Kuala Lumpur. Aku tahu Nara pengen banget bisa berhasil di eventnya kali ini.

Sewaktu berjalan menuju ke gate, aku bertanya "Apa yang sudah kamu persiapkan untuk event kali ini?" Lalu Nara menjawab "Nara sudah lebih siap dan belajar dari event sebelumnya di Bangkok. Sekarang akan mencoba strategi yang baru", begitu jawabnya. Aku cuma bilang, lakukan yang terbaik Nara. Event ini akan menjadi pembelajaran dan ajang untuk memperkuat metalmu. Ga menang tidak masalah, tapi yang penting harus berjuang dan melakukan yang terbaik, begitu sambungku.

Kamipun harus berpisah. Ada rasa sedikit khawatir karena ini pertama kalinya dia terbang ke luar negeri tanpa pendampingan. Tapi dia yakin dan berani sehingga aku merasa sedikit lebih tenang. 

Sebelum boarding, dia mengirimkan pesan. "Flying alone is easy". Lega aku membaca pesan itu. Dia berhasil dalam langkah pertamanya. 

Tiba di Kuala Lumpul, dia mulai sibuk menjalankan aktifitasnya. Aku cuma bisa berdoa semoga Nara bisa sukses dalam konferensinya, bisa tampil dengan baik dan mendapatkan hasil terbaik. Degdegan rasanya menanti hari puncak dan siap-siap bagaimana cara membesarkan hatinya jika hasil tidak sesuai apa yang dia harapkan.

Besoknya, sebuah pesan video masuk dari istriku. "The most outstanding delegate goes to Iceland!" Wajah dan foto Nara terpajang di layar besar saat pengumuman berlangsung. Pecah haruku dan serasa mau nangis saat perjalanan di Bangkok. You made it Nara. Ingin rasanya segera pulang, memeluk dan melihat wajahnya. So proud of her!!!.

Walau ada yang meragukan ikut MUN tanpa bimbingan adalah mustahil untuk menang, namun Nara membuat kami semua bangga. Usaha dan kerja kerasmu membuahkan hasil.

Selamat Nara. Kamu sudah membuat kami serasa fly to the MUN. 

https://biz.kompas.com/read/2025/02/17/140421628/8-pelajar-indonesia-sabet-penghargaan-di-konferensi-internasional-awmun-x-kuala






Sabtu, 22 Februari 2025

Bukhasan National Park

Kemana kita? Hmm..menurut itinerary, kita akan ke salah satu taman nasional terbesar dan terkenal di Korea. 

Kali ini kami trekking ke Bukhasan National Park. Sampai sana, mampir ke informasi untuk ambil peta jalur. Biar tahu mau milih yg mana. Tentu kami ambil yg easy loop karena sama anak2. Tapi ternyata mereka jauh lebih kuat daripada ortunya. 

Biaya gratis.

Kami trekking sekitar 4 jam dengan speed santai.

Pemandangan bagus namun di atas angin kenceng. Jadi jaket winter harus terus selalu terpasang.












Nami Island

Hari ini kami ke Pulau Nami. Kalau di sana terkenal dengan nama Republic of Naminara. Kita ga perlu nunjukin paspor cuma kayak bayar visa gitu.

Biaya masuk ke Pulau Nami KRW 16 ribu dewasa dan KRW 10 ribu anak2. Nyebrang sekitar 6 menit.

Dari penginapan, kami turun di stasiun Gaepyong. Dari Stasiun Gaepyong naik bus nomor 10-4 turun di ujung. Tinggal jalan ke pelabuhan Nami.

Kalau bawa anak2, saran kami beli marsmallow buat di bakar2. Disana banyam banget perapian untuk sekedar duduk2 atau bakar2 marsmallow.

Perjalanan ke Nami Island adalah salah satu perjalanan terbaik kami. Selain pemandangan sepanjang perjalanan yang memanjakan mata, setiba di pulaunya juga seperti berada di suatu dimensi lain. Dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi dan pulanya benar-benar memanjakan mata. Seharian kami mengelilingi dan menikmati keindahan pulau Nami. Betah banget rasanya apalagi ditemani hawa dingin yang menusuk tulang. Seru banget. 

Kami ke Nami naik ITX. Lupa bayar berapa. Nah pas baliknya, di stasiun Gaepyong itu ga ada konter tiket. Dengan PD nya kami beli tiket paket mesin donk. Begitu keluar harga, kok murah. Lihat di Naver Map, kereta ITX udah mau nyampe. Naik donk kita.

Pas di kereta, ada pemeriksaan. Kami dengan santainya nunjukin tiket yg kami beli di mesin. Dia bilang "ini tiket metro, bukan ITX". Tapi jangan khawatir, beli disini aja pake credit card, nanti tiket metro nya di reimburs di office stasion.

Sampai stasiun, ternyata petugasnya udah hapal kasus2 gini dan mudah banget reimbursnya.
















Rumah Tradisional Di Korea

Rumah tradisional sebuah negara selalu menjadi perhatianku. Hal-hal yang berbau tradisional atau klasik dari sebuah tempat tujuan wisata tak boleh terlewatkan. Hasil dari berselancar di internet, ketemulah beberapa lokasi rumah tradisional Korea yang patut untuk dikunjungi. Antara lainnya adalah Ikseondong hanok village dan Buckhon Hanok Village. 

Di Ikseondong dan Buckhon hanok village kami jalan-jalan, beli souvenir dan lihat rumah-rumah tradisional. Di Ikseondong, ada toko roti Salt Bread yg super enak. Antrian panjang donk. Tapi karena kami datengnya pagi, jadi masih ok lah. Harga per box KRW 12 ribu isinya 4.

Buckhon hanok village lebih banyak rumah-rumah tradisionalnya dan lebih luas areanya. Lagi terbayang bagaimana kehidupan orang-orang jaman dulu dengan pakaian dan kehidupannya. Apakah jaman dulu orang-orang lebih hidup tenang dan damai? Entahlah. 

Lanjut ke Hongdae untuk jalan2. Biar tahu aja kayak gimana tempat belanja yg terkenal di kalangan turis.

Balik lagi donk ke Ikseondong. Tujuan beli oleh2 dan tentu saya beli Salt bread. Kali ini ga mau rugi. Beli 3 box, hehee.

Di deket Metro Ikseondong, ada Opa Oma penjual Tteok-bokki dan Odeng yg super enak. Begitu kami kembali, inget donk mereka sama kita.

Harga Tteok-bokki KRW 5 ribu dapet banyak dan Odeng KRW 1000 per tusuk.

Habis itu, lanjut ke Han River. Ngapain? Cuma lihat2 aja. Katanya tempat syukit drakor walau saya ga tahu drakor sih, heehe









Namsan Tower

katanya kalau ke Seoul belum ke Namsan Tower dan Myeongdong, maka belum afdol. Oleh karena itu, pagi-pagi pergilah kami ke Namsan Tower. 

Sebelum pergi, tentunya Navermap menjadi andalan untuk petunjuk jalan. Ke mana dan bus apa yang harus kami naiki. Setelah rute terkunci, kita siap berangkat. 

Ke Namsan Tower kita harus naik bus khusus (Nomor A01) tapi tempat parkir bus. Lupa bayar berapa. Disana jalan2, lihat pemandangan tapi ga naik ke tower ya. Lokasi Namsan Tower sangat indah dan bisa melihat sepenjuru kota Seoul. Letaknya yang diatas bukit serta dikelilingi oleh pohon-pohon yang lebat menambah keindahan Namsan Tower. Puas menikmati Namsan Tower, kami melanjutkan rute berikutnya.  

Habis itu ke Myengdong. Tempat belanja yg sangat rame dan street food nya juga menggoda selera. Kalau mau beli oleh2, banyak street vendor yg harganya relative murah. Makan siang di Myengdong. Sedikit "kena tipu". Di gambar daging 3 slice, tapi pas dateng hanya 1 slice 😆. Makan street food juga sebenarnya udah kenyang dan murah. Namun anak2 pengun makan sambil duduk.

Lanjut ke JYP Building. Kenapa kesitu, karena salah satu anak suka banget Stray kids donk. Jadi ketemu gedung dan nari di depannya saja udah seneng banget. Letaknya di depan Seoul Olympic Park.

Terakhir ke Lotte tower. Ngapain? Cuma liat aja gedung tertinggi ke 5 di dunia.