Kamis, 12 April 2012

Kadang

Libur panjang di depan mata, hatipun menyambut riang gembira. Kesibukan sehari-hari, pergi pagi pulang subuh, berangkat rapi pulang lusuh, membuat liburan begitu berarti.

Di tengah kesibukan aktivitas, kadang aku befikir untuk bisa menemani mu sehari, mendengarkan segala kisahmu, mengikuti kemanapun engkau pergi untuk sekedar bisa memandangi wajahmu berseri.

Aku sangat sadari bahwa dirimu sangatlah berarti bagiku. Kamu telah mengisi ruang di hatiku penuh cinta dan berbumbu rindu.

Libur panjang menjelang, itulah saatnya aku mewujudkan impianku. Menemani mu seharian, dan memandang wajahmu berseri.

Selasa, 20 Maret 2012

Salam Hangat

Satpam perumahan menyapa dengan hangat walau hari sudah dingin dan gelap. Sambil mengambil kartu kendaraan, aku membalas dengan senyuman.

Tak berapa jauh dari pos satpam, aku belok masuk jalan depan rumahku. Pelan ku jalani kendaraanku menelusuri jalan. Tiba di depan gerbang rumah, aku melihat lampu ruang tengah masih menyala, artinya putri kecilku belum tidur walau jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam.

Pelan ku buka gerbang besi, namun suara gesekan tidak dapat dihindari. Belum juga kendaraan parkir dengan sempurna, sesosok putri impian muncul dari balik pintu menyambutku.


”Selamat malam Aji, selamat tiba di rumah”, begitu sapanya ceria. Sambil berlari kecil, Nara menghampiri dan memberikan kecupan dan pelukan terhangatnya. Semua lelah dan penat luntur tak tersisa. Itulah saat yang paling aku nantikan setiap harinya. Pulang kerja, dan melihat senyum mengembang dari wajahnya yang lucu.

Kamis, 02 Februari 2012

Hari Raya

Wangi dupa semerbak memenuhi bumi
Bunga-bunga memberi warna keindahan
Tangan terkatup, bibir mengucap doa
Terima kasih atas semua karunia yang kuterima

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
Senang bisa merayakannya kembali bersamamu
Mensyukuri nikmatNYA
Penuh makna walau dalam kesederhanaan wujud

Kamis, 29 Desember 2011

Amazing Race

Amazing race. Itulah topic outing kantorku untuk tahun ini. Acara tersebut dipusatkan di salah satu pulau tujuan wisata ternama di dunia yaitu Bali. Aku merupakan salah satu panitia untuk kegiatan itu. Melihat susunan acara dan presentasi dari event organizer yang membantu sungguh sangat menarik dan pastinya seru.

Namun aku harus membatalkan niatku untuk ikut acara tersebut. Mbak Sum harus pulang kampung untuk urusan penting, istriku juga harus ada kerjaan kantor yang harus dikerjakan. Jadilah aku cuti panjang mengurus rumah tangga.

Sudah terbayang apa yang akan aku lakukan bersama Nara dari pagi sampai malam. Aku tidak khawatir dengan Nara karena dia anak yang cerdas dan sangat bisa diajak komunikasi. Namun bukan berarti semua selesai. Aku tidak bisa masak. Itu yang menjadi ketakutanku. Nanti Nara makan apa?

Syukur istriku sudah menyiapkan bahan-bahan mentahnya untuk menu pagi sampai malam. Jadi aku tinggal meraciknya saja. Begitu aku mencampurnya, Nara berkata ”Aji bisa masak ya?” Hmm..bisa ga yaa????

Seminggu, 24 jam bersama Nara merupakan suatu yang sangat menyenangkan. Bangun tidur, bermain, mandi, makan sampai tidur lagi merupakan perjalanan waktu yang sangat membahagiakan. Ingin rasanya mengulang nya lagi di kemudian hari.


Amazing race yang aku alami bersama Nara mungkin berbeda dengan amazing race outing di Bali. Tapi aku yakin dan jamin amazing race yang aku alami bersama Nara tidak akan tergantikan dengan amazing race manapun. Ini yang aku namakan The Real Amazing Race.

Terima Kasih, Cinta

Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa sudah berada di ambang tahun 2012. Banyak kejadian yang menarik dan menegangkan selama tahun 2011. Kondisi keuangan global yang penuh dengan dinamika dan gejolak menghiasi perjalanan ku di tahun ini.

Tentu saat terjadi gejolak dunia keuangan, hati menjadi cemas dan tidak tenang. Pikiran terfokus bagaimana cara menyelamatkan portfolio yang menjadi tanggung jawab kita. Setiap morning meeting, para dealer dan trader datang dan menyampaikan berita dengan muka tegang. Hari yang berat terbentang di depan, begitu pikirku.

Hari-hari berlalu dengan berita keuangan yang semakin tidak menentu. Rasa khawatir semakin memuncak. Panik serasa ingin berteriak sekaras mungkin melepaskan beban yang menggelayut manja di kepalaku.

Tahun 2011 segera berlalu. Semuanya sudah mulai berjalan dengan normal. Walau masih sedikit riak, namun sinar terang terbentang didepan.

Tahun segera berganti dan aku masih tegar berdiri disini berhasil melaluinya. Itu bukan karena aku hebat atau kuat. Namun ada kekuatan besar di balik itu. Kekuatan itu adalah cinta.

Cinta yang selalu aku dapatkan dari keluarga kecil ku. Pulang ke rumah melihat mereka menantiku dengan senyuman dan pelukan hangat membasuh semua lelahku, memberikanku semangat yang tiada habisnya. Tak akan mampu ku berdiri tegak, terima kasih cinta.

Kamis, 17 November 2011

Melodi Hati

Tiada direncana apa yang terjadi pada hari itu. Awalnya pertemuan itu dirancang hanya untuk perkenalan antar keluarga. Namun yang terjadi begitu cepat dan tak terduga. Cerita mengalir dengan lancar hingga ayahku menyebut rencana pernikahan kami.

Dulu aku menduga itu adalah hanya sebuah mimpi. Namun aku sadari itu adalah sebuah kenyataan. Ada sejuta kata yang ingin aku ucapkan kala itu, namun semuanya tak mampu bercerita. Tentang cinta dan rasa yang ada, hanya bisa aku rasakan. Aku dan dia akan segera berdua.


Pulang kerumah dengan hati berseri dan berbunga-bunga penuh warna warni. Semuanya menghiasi hati nuraniku yang sedang bernyanyi. Melantunkan sebuah lagu melodi yang indah. Begitu bahagianya.

Senin, 07 November 2011

Kehangatan Keluarga

Flight attendant, take off position. Begitu pengumumam pilot pesawat yang mengajakku terbang mengangkasa. Mata memandang jauh ke bawah tempat dimana Istri dan Putri kecilku menanti.

Seminggu bukanlah waktu yang sebentar. Bahkan sangat lama menurutku apalagi itu aku jalani dengan cara jauh dari keluarga tercintaku. Aku mulai menghitung hari. Senin, selasa..jumat, ah begitu lamanya, gumamku.

Hari pertama dan kedua aku lalui dengan cepat. Kesibukan membuat hari berlari tanpa terasa. Syukur hari ketiga aku memperoleh libur. Aku manfaatkan hari itu untuk sekedar jalan-jalan membeli sekedar oleh-oleh buat keluarga tercinta.

Jumat siang, aku semakin tidak sabar. Ingin segera pulang ke hotel dan tidur sehingga hari cepat berlalu.

Sabtu dini hari aku check out dari hotel. Sengaja memilih penerbangan paling pagi agar segera tiba di rumah. Tiba di tanah air, taxi meluncur dengan cepat di jalan bebas hambatan. Begitu pintu aku buka, sesosok putri kecil menyambutku dengan senyuman manjanya. Berpelukan... begitu indahnya. Inilah yang aku sebut kehangatan keluarga. Tiada duanya.