Senin, 18 April 2022

Dear Zepplen & Quitnice, Thank You!

“Nara naik siapa Pak Rahmat?” begitu aku memulai percakapan dengan pelatihnya. Hari itu, Minggu 17  April 2022 Nara sebenarnya tidak dalam kondisi sehat karena keluhan pusing 2 hari terakhir. Namun dia memaksakan diri untuk berlatih karena sudah kangen ingin bertemu dengan kuda-kuda kesayangannya.

“Nara, kamu sama Zepplen ya”, begitu pelatihnya berkata. Ada 2 kuda yang sering banget riding dengan Nara dan menjadi teman latihannya. Namanya Zepplen dan Quitnice.  

Latihan di mulai dan aku bisa melihat keceriaan Nara sewaktu “menyatu” dengan kudanya. Hilang semua rasa sakit kepala seketika setiba di kendang kuda.

Tak terasa, satu jam berlalu dan latihan sudah mendekati akhir. Di ujung waktu latihan, Pak Rahmat memberi informasi kalau ini adalah last riding dengan Zepplen karena dia akan pindah tugas ke Jawa Tengah. Begitu juga dengan Quitnice yang akan bertugas di Bali.

Sedih mendengar berita itu dan saat itu aku berusaha keras untuk menahan air mata agar tak jatuh membasasi pipi. Layaknya petugas Kepolisian, kuda polisi pun harus siap pindah dan bertugas kemana saja.

Kuda dan rider layaknya sepasang sepatu. Mereka harus menyatu dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kuda dan rider  harus saling mendukung dan bekerja sama. Sebagai makhluk hidup, kuda bisa merasa disayang dan memberikan kasih sayang kepada rider nya.

Pak Rahmat memberi waktu ke Nara waktu untuk good bye lap dengan Zepplen beberapa putaran. Sedih rasanya tapi itulah konsekuensi kuda polisi.

Dalam hati aku berdoa, “selamat bertugas di tempat yang baru Zepplen dan Quitnice. Semoga kamu bahagia disana. Terima kasih sudah menjadi teman, sahabat dan guru untuk Nara sehingga dia bisa pada level dan kepercayaan diri saat ini”

Zepplen dan Quitnice, kami akan selalu sayang dan merindukanmu. Semoga kita masih bisa berjumpa di kemudian hari. 






Minggu, 10 April 2022

Kalian Adalah Duniaku

Bulan April adalah bulan yang sangat istimewa bagiku, bulan dimana kedua buah hatiku berulang tahun. Ultah kalian selisih 3 hari membuat minggu itu menjadi semakin penuh dengan keceriaan dan kegembiraan.

Setiap pagi saat kalian masih tertidur, kadang aku merenung. Cepat sekali waktu berlalu dan kalian sudah tumbuh semakin beranjak remaja. Rasanya tidak pernah siap untuk melihat kalian tumbuh secepat ini. Dalam renunganku aku bersyukur. Masih di beri umur, rejeki, anak-anak yang sehat dan lucu seperti kalian dan tentunya masih di beri kesempatan untuk melihat kalian tumbuh setiap harinya.

Selamat ulang tahun sayangku Nara dan Gita. Semoga hidup kalian semakin penuh warna ceria dan memberi manfaat untuk semesta. Kalian adalah hadiah terindah di dunia. 





Selasa, 18 Januari 2022

This Is Home

Pagi ini dia dan anak-anak berangkat ke Bandung untuk persiapan lomba berkuda Nara. Sedangkan aku, masih disibukkan dengan kerjaan kantor walau dari rumah saja. Persiapan sudah beres dan mereka siap untuk berangkat.

Aku bantu untuk memasukkan barang-barang dan perlengkapan ke dalam bagasi dan memastikan tidak ada yang terlewatkan atau tertinggal. Aku memang akan menyusul hari jumat nanti, tapi acara akan dimulai sejak hari kamis dan aku tidak mau ada yang terlewatkan.

Mesin mobil menderu dan mereka segera berlalu. Sepi sekali rumah ini terasa. Tiba-tiba semua menjadi senyap. Hanya ditemani suara air kolam gemericik dan kicauan burung yang sesekali menghibur diri.

Aku duduk di kursi ruang tengah. Mataku tertuju pada tulisan yang tergantung di dinding. ‘Love, makes a house a home”. Kupejamkan mata sekejap dan kurasakan tawa canda ceria yang senantiasa mengisi ruang rumah.

This is home, begitu aku berbicara pada diriku sendiri. Tidak sampai 5 menit berlalu, serasa, rasa kangen sudah terasa hangat di dalam dada. Ok, sebaiknya aku segera naik ke kamar dan mulai bekerja.

Sampai jumpa hari Jumat. Tak sabar aku menanti hari itu. Sementara ini, aku akan menyibukkan diri di rumah. This is home, dimana hangatnya cinta selalu menanti kita.



Memulai Hidup

Banyak orang bilang kalau hidup itu dimulai saat kita berumur 40 tahun. Hmm..sepertinya itu tidak berlaku bagiku.

Hidupku dimulai saat aku memiliki dia dan mereka.





Sabtu, 07 Agustus 2021

SMA 1 Denpasar: 3 Tahun Yang Penuh Dengan Gairah, Cinta dan Persahabatan

Kakiku melangkah menuju gerbang itu. Mataku tertuju pada suatu sudut yang tak pernah aku lupakan. 

Terbayang aku membaca pengumuman penerimaan siswa baru diantara puluhan calon siswa yang punya harapan dan mimpi yang sama.  Aku keterima!

Ditemani istri dan anak-anak,  aku memberanikan diri untuk menuju ruang guru dan menyapa salah satu guru kesayanganku.  "Siang bu Lia, saya Budi.  Apakah ibu masih ingat? " Dengan wajah merona dan senyum mengembang,  beliau menyapaku dengan penuh semangat.  Haru, serasa ingin menitikan air mata tapi aku malu.  

Aku menanyakan bagaimana kabar beberapa guru kesayanganku. bu Alit (sekarang almarhum), Bu Indrawati, Bu Sri, Pak Loper (baca: Lover), dll. 

Bu Lia bercerita kalau beliau-beliau sudah pensiun dan tinggal Pak Loper yg sedang mengajar di kelas.  Tak sabar, aku mendatangi kelas beliau mengajar dan menyapa dengan semangat seperti murid yang ingin masuk kelas. 

Tawa dan cerita mengalir deras.  Banyak "rahasia" yang Bu Lia dan Pak Loper ceritakan di hadapan istri dan anak-anak yg membuat aku malu.  Tapi itulah masa SMA ku, 3 tahun yang penuh gairah, cinta dan persahabatan. 

Banyak hal yang ingin aku ceritakan dan ngobrol dengan guru - guru di sekolah. Namun waktu juga yang harus mengakhiri pertemuan singkat kami. Kebanggaanku semakin tebal, cintaku tak akan pernah pudar, padamu SMA 1 Denpasar.




Nana

Hari itu selalu kutunggu

Hari sabtu

Waktu dimana aku dan kamu

Dua hati menjadi satu

Bolehkah aku menyentuhmu? 

Tanpa ragu, kau pun setuju

Mataku dan matamu bertemu

Ku belai setiap lekukmu

Ku hirup aromamu

Ku nikmati setiap waktu ku

Bersamamu

Kau adalah Nana ku 



Jumat, 09 Juli 2021

13 Tahun


Sejak Pandemi

24 jam sehari

Dari pagi hingga pagi lagi

Selalu bersama menikmati hari

 

Happy Anniversary

Do not worry

I will be there whenever you want me