Selasa, 13 Februari 2024

Austria - Swiss

Tahun 2023 sudah berlalu dan setiap tahun pasti dipenuhi hal-hal unik atau spesial yang (mungkin) berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Awal tahun kami berencana untuk liburan ke Eropa khususnya ke Swiss karena waktu tahun 2018, perjalanan kami belum tuntas dan masih penasaran dengan banyak hal disana. Rencana dan diskusi sudah dimulai sejak akhir tahun 2022 dan rencana bulan Februari 2023 akan mulai apply visa.

Namun, bulan Februari, aku merasa ada yang aneh Kembali dengan mobil Serenaku dan membuat aku merasa tidak nyaman. Aku terbayang kerusakan yang pernah terjadi Juni 2022. Aku merasakan “penyakit” yang sama terjadi kembali pada mobilku.

Dan benar saja “penyakit” itu kumat. Dengan diskusi cepat, kami memutuskan untuk menjual mobil tersebut dan membeli yang baru. Namun pertanyaan lain muncul. “Bagaimana rencana liburan kita ke Austria dan Swiss?” Visa sudah di apply dan tinggal nunggu hasil, namun harus keluar uang untuk ganti mobil.

Perasaanku campur aduk terutama melihat raut wajah Istri dan Anak-anak yang sudah berharap liburan ke Austria dan Swiss. Saat itu aku hanya berfikir, kalua visa di tolak ya artinya kita tidak berangkat. Tapi bagaimana rencana kalau visa diterima?

“Pak, Paspor dan visa sudah selesai dan bisa di ambil ya”. Jreng..jreng…diskusi dan hitungan cepat dilakukan. Duit ada berapa dan diambil dari alokasi mana. Dan, siap kita memutuskan untuk berangkat dengan catatat disana harus berusaha irit dan ketat. Juni – Juli sekitar 15 hari di Austria dan Swiss merupakan momen spesial Bersama keluarga yang akan kami kenang sepanjang masa. Terima kasih Tuhan. Bersambung…..




Jumat, 14 Juli 2023

40 Tahun Istriku

Selamat ulang tahun sayangku.

Walau dengan rambut semakin memutih, kulit tidak lagi semulus Aura Kasih, tapi kamu tetap menjadi yang terkasih.

Umur hanya angka yang berlalu tapi cantikmu tidak pernah layu.

15 Jahre Alt

 “No Hape kamu berapa?”

Sampai sekarang aku masih heran. Bagaimana aku bisa memiliki keberanian itu, 16 tahun silam. Gunung Salak menjadi saksi hati yang mendalam.

Dua minggu berlalu, kamu pun setuju untuk saling mengenal dan menerimaku. Hari-hari berjalan begitu cepat dan aku semakin yakin akan pelabuhan hatiku. Aku melamarmu, dan kamu mengangguk setuju.

Sejak hari itu, 15 tahun yang lalu, aku tidak pernah ragu dalam menjalani hari selama ada dirimu. Tentu ini bukan merupakan akhir, tapi hanya sebagian dari perjalanan panjang yang akan kita lalui selamanya dan sampai kita menua bersama.

Selamat anniversary sayangku, cintaku tak akan pernah layu untukmu.

Zurich, 7 Juli 2023.




Sabtu, 19 November 2022

Win or Learn

Setelah 4 kompetisi berkuda dijalankan dan 4 podium dihasilkan, di kompetisi yang ke-5 belum ada podium yang di dapat. Nara saat itu duet dengan kuda Saima dari The Hub.

Event hari pertama dilalui dengan sangat baik dengan status "all clear" di kelas show jumping 70 cm U14. Namun di hari kedua, Nara dan Saima belum beruntung. Bel yang ditakuti para rider berbunyi, yang artinya Nara dan Saima harus tereliminasi setelah kudanya 2 kali refusal (tidak mau melewati/melompat rintangan).

"I got nothing today", kata @nara_dauh setelah turun dari kuda. Aku dan @nyomanmega21 bilang "No, you never lose in a competition because you win or you learn". Nara tersenyum dan kamipun berpelukan

Nara ingin main ke @jjridingschool dan kami pun berangkat kesana untuk sekedar chill up dan happy riding. Nara bercerita ke Pak @gutomo.65 hasil kompetisinya pagi itu.

"Atlet itu harus siap menang dan siap kalah. Mental atlet harus kuat dan bangkit kembali", begitu pesan beliau. "Masih ada banyak kompetisi kedepan yang bisa dan harus dinikmati" ,beliau menambahkan.

Kami sungguh beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik dan selalu mendukung Nara dalam berusaha mencapai mimpinya, menjadi seorang atlet berkuda yang baik. Thank you!!

@jjridingschool

@jakhoachua

@dcuaca

@jessiecuaca

@gutomo.65

@aguss4595

@fadilah_aliya_putra

@fergigutomo

@primahapsoro

@rahmatwidodo_zls

*Note:*

Helm hadiah dari @dcuaca

Sepatu hadiah dari Mega Budiartha



Senin, 14 November 2022

Surat Buat Papa - 15 November 2022

Hallo Papa, apa kabar disana? Semoga Papa baik-baik saja dan tidak kurang suatu apapun. Sudah lama Budi tidak cerita ke Papa dalam bentuk tulisan atau surat ya? Selama ini kita hanya bertemu dalam mimpi dan setiap doa-doa.

Pa, Budi ingin cerita sedikit. Seperti yang Papa tahu, sejak pandemi awal tahun 2020 yang lalu, Budi dan keluarga menghabiskan waktu 24 jam sehari. Apakah bosan? Tidak Pa. Budi justru bersyukur bisa menikmati waktu-waktu indah itu bersama mereka selalu, walau Budi sadar di sisi sana, banyak orang menderita karena pandemic terutama mereka yang kehilangan keluarga tercinta. Ya, pandemi juga membuat kami kehilangan Bapak tercinta.

Tapi tentu,  dibalik semua peristiwa, pasti ada hal baik yang bisa kita ambil. Dengan 24 jam sehari bersama, kami menjadi semakin utuh sebagai sebuah keluarga. Budi bisa semakin memahami Mega dan anak-anak. Bisa melihat dan bersama mereka seharian adalah sebuah karunia yang luar biasa.

Pa, dulu Nara dan Gita seperti Tom & Jerry. Tapi sekarang, mereka adalah kakak adik yang tidak terpisahkan dan saling mengisi. Papa lihat, Nara adalah kakak yang luar biasa untuk Gita dan begitu sebaliknya. Gita sudah menjadi adik dan teman terbaik untuk Nara. Pandemi sudah membuat kami semakin utuh sebagai sebuah keluarga.

Walau Papa tidak sempat melihat Nara dan Gita di dunia, tapi Budi yakin Papa pasti melihat mereka dari sana. Apa yang Papa ajarkan kepada Budi, sudah berusaha Budi terapkan ke mereka sehingga mereka selalu merasa disayang. Tapi tentu Budi masih terus belajar menjadi orang tua yang baik. Mereka sekarang adalah guru Budi di dunia.

Papa, Nara sekarang lagi hobi berkuda. Lumayan sudah menghasilkan beberapa prestasi yang bisa Papa banggakan walau dengan keterbatasan yang kita punya. Tapi semangat adalah modal kita yang utama. Gita, dia menjadi penari yang luar biasa. Prestasi Gita pasti membuat Papa selalu tersenyum bahagia.

Terima kasih ya Pa atas bimbingannya selalu. Please selalu jaga kami ya, anak-anak Papa di dunia. Ini Budi kirimkan foto mereka ya Pa, cucu-cucu yang luar biasa.

Salam sayang dari kami semua.




Kamis, 07 Juli 2022

Quatorze

Pagi masih menunjukkan pukul 5.45 saat udara dingin masuk menyambut saat kubuka pintu. Kekasih hati masih lelap tertidur karena memang hari itu anak-anak masih libur sekolah. Aku memang melarangnya untuk menyiapkan sarapan selama musim libur sekolah. Biar dia bisa tidur lebih lama, begitu alasanku.

 

Motor melaju membelah keheningan pagi. Sinar matahari muncul perlahan menyambut hari. Tiba di parkiran, aku melanjutkan perjalanan ke kantor menggunakan bus umum. Membantu mengurangi polusi dan menghemat uang saku, kebiasaan yang sudah aku jalani sejak lebih dari 10 tahun yang lalu.

 

Tiba di kantor, seperti biasa aku mengirim pesan ke dia untuk sekedar mengabarkan “sayangku, aku udah di kantor ya..” Itulah yang selalu aku kirimkan sejak 14 tahun kita bersama. Bahkan sejak kita masih pacaran. Terkesan menjadi sebuah “template” tapi itu aku lakukan biar dia tahu suaminya sudah tiba dengan selamat.

 

Waktu melaju dan 14 tahun berlalu. Kedepan, tentu akan ada banyak cerita dan perjalanan seru. Tak peduli apa yang terjadi, aku hanya ingin menikmati setiap waktu dan hari untuk mencintai. Karena waktu terlalu berharga untuk kita saling melukai.

 

Happy anniversary sayangku. Cintaku tak akan pernah layu.  




Rabu, 01 Juni 2022

Au Revoir, Thank You BNPPAM!

Aku tak pernah menyangka hari ini akan tiba begitu cepat terutama sewaktu masuk ke BNP Paribas Asset Management (BNPPAM) 2.5 tahun yang lalu. Rasanya baru sekejap mata dan sekelebat, aku sudah harus mengatakan “selamat tinggal dan terima kasih” kepada BNPPAM.

Sewaktu hari pertama, semua serasa buram. Aku tidak mengerti budaya dan cara kerja di perusahaan asing dan lingkungan/rekan kerja seperti apa yang akan aku hadapi. Apalagi hari pertama adalah musim hujan dan banjir mengepung sebagian daerah Jakarta Januari 2020 silam. Ada rasa gugup sewaktu akan berangkat kerja. Namun pelukan dan ciuman hangat dari istri tercinta menguatkan. Akupun melaju.

Hari demi hari aku jalani dan aku menemukan tempat kerja yang benar-benar sesuai dengan harapan dan idamanku. Tempat dimana aku bisa mengutarakan pendapat, berdebat dan beropini tanpa takut dihakimi dan dibenci secara personal. Benar-benar lingkungan kerja yang sempurna untukku.

Di sana, semua pendapat dan masukan dihargai tidak peduli dari siapa dan dari level apa dia berada. Aku benar-benar merasa nyaman dan aman dalam bekerja.

Namun ketika kesempatan itu datang, aku galau. Lama aku merenung apakah harus mengambil atau melewatkan saja yang sudah di depan mata. Aku berdoa dan meminta pendapat istri sebelum mengambil keputusan. Sungguh bukan sesuatu hal yang mudah meninggalkan segala kenyamanan ini untuk kembali merasakan penyesuaian.

Setelah mendengarkan masukannya, aku kembali merenung dan kemudian aku memutuskan kalau aku akan mengambil kesempatan ini. Aku hanya berfikir bahwa untuk siapa aku bekerja? Iya untuk dia, anak-anak dan masa depan kita.

Au Revoir, Thank You BNPPAM!