Minggu, 24 Juni 2018

Belanda hari-3

Aku sudah punya foto desa cantik ini sejak lama. Sengaja aku simpan untuk penyemangatku. Aku harus bisa kesana suatu saat nanti, begitu tekadku. Ya nama desa cantik ini adalah Giethoorn (https://giethoorntourism.com/). Orang sering bilang ini adalah Venice of The Netherlands.

Desa ini benar-benar cantik dilihat dari segala penjuru. Tenang, bersih dan sepertinya damai sekali hidup di desa ini. Rumah-rumah dan taman mereka sangat sejuk dipandang mata. Cara kesini adalah kita harus menuju stasiun kereta Steenwijk. Dari stasiun ini kita menuju terminal bus yang jaraknya hanya selemparan selendang dan naik bus no. 270, Giethoorn Express. Bus ini ada setiap jam.

Ingin menikmati indahnya desa ini, kami naik perahu yang tiketnya bisa kita beli disana. Maaf lupa harganya berapa. Muter-muter sekitar 1 jam, kita turun di tempat semula. Masih belum puas, kami menyusuri desa cantik ini dengan berjalan kaki. Cantik banget. Disana juga ada taman-taman dengan kursi kayu yang bisa kita nikmati. Kalau bosen jalan kaki, ada juga kok penyewaan sepeda disana. 








Belanda Hari-2

Hari Kedua kami menuju ke salah satu situs warisan dunia dan landmark yang merupakan ciri khas negara Belanda yaitu Kinderdijk. Ini adalah tempat dimana kita bisa melihat kincir angin raksasa, mengetahui sejarahnya dan berkunjung ke museum untuk merasakan bagaimana denyut kehidupan jaman dulu di kincir angin.

Naik kereta turun ke Stasiun Rotterdam Lombardijen. Nah dari stasiun itu kita keluar menuju halte bus dan tunggu bus No. 93. nanti turun deh persis di depan pintu masuk situs Kinderdijk itu.

Ke loket tiket kita beli yang tiket paket yaitu sight seeing, museum dan berlayar menyusuri kanal-kanal kincir angin itu. Kalau ga salah total harga paket Eur 8 per orang. Tahap pertama, kita masuk ke kantor dimana disana diceritakan sejarah kinderdijk dan kenapa dinamakan seperti itu. Ternyata itu artinya anak kecilnya keluarga Dijk karena Kinder artinya anak kecil.

Lanjut naik kapal menyusuri kanal dan kami turun di salah satu kincir angin yang sudah dijadikan museum. Masuk ke dalam, sampai ke atas. Ternyata dalamnya adalah rumah. Ada dapur, kamar tidur, ruang tamu dan sebagainya. Foto-foto jaman dulu keluarga yang tinggal di kincir angin juga ada. Total ada 2 museum yang kita bisa masuki di sana dan sisanya kita hanya bisa lihat-lihat saja kincir angin yang mengagumkan tersebut.





Puas main di Kinderdijk, kita lanjut ke kota cantik Delft. Kota dengan bangunan yang cantik dan bunga bermekaran dimana-mana. Nyaman untuk berjalan kaki dan adem ditengah musim panas yang menyengat. 





Belanda Hari-1

Horaayyy...setelah terbang kurang lebih 13 jam, kita mendarat dengan mulus dan selamat di Bandara Schipol Amsterdam. Di pesawat sudah aku siapkan kalau di tanya-tanya pihak imigrasi, kita udah harus bisa jawab dengan baik dan percaya diri. Kadang mereka itu tanya-tanya sembari buka-buka paspor kita dan nunggu data loading di komputer mereka. Jadi ada baiknya kita siap-siap juga. Seperti kita ditanya mau kemana aja, berapa lama di Belanda dan ceklek, stempel udah nempel di paspor.

Kita menginap di Hotel Meinenger West Amsterdam yang hanya selangkah dari dari stasiun kereta Amsterdam Sloterdijk. Dari Bandara sekitar 20 menit kok. Hotel bagus dan ada dapurnya. Jadi bisa masak dan bisa lebih menghemat lah. Oh ya, di bandara kami membeli kartu kereta yang namanya OV-Chipkaart. Ini yang jadi alat pembayaraan untuk naik turun kereta, bus or tram selama di Belanda. Untuk anak-anak jangan beliin kartu ini. Belikan saja mereka daily pass seharga Eur 2.5 jauh lebih murah.

Sampai hotel, rapi-rapi dan berangkat ke Stasiun Amsterdam Centraal yang hanya berjarak 1 stasiun dari Amsterdam Sloterdijk. Disana jalan-jalan dan kami memutuskan untuk menikmati kota Amsterdam menggunakan transportasi terkenal mereka yaitu menyusuri kanal-kanal cantik selama 1 jam dengan biaya Eur 18 untuk dewasa dan Eur 9 untuk Anak-anak. Cakeeppp. Laper menyerang dan cap cip cup pilih tempat makan dan jeng jeng, mahal. Makan berlima habis sekitar Eur 65. hiksss....

Balik ke hotel, kami menemukan tempat belanja bahan-bahan makanan. Minimarket gitu lah. Lupa namanya. Nah disana kita beli buat makan malam dan sarapan. Taruh di kulkas dan namain biar ga ketuker dengan penghuni yang lain. Karena pas musim panas, jam 10 malem masih terang. Gimana kita mau tidur kalau begini???






Eropa

Eropa. Begitu kira-kira keputusan yang kami ambil waktu diskusi kemana kita akan liburan tahun depan. Mulai mengutak-atik budget dan ternyata hitung-hitungan kasar cukup mengagetkan. Mahal aja untuk kami sekeluarga kesana.

Mulai menghitung dana yang tersedia dan pasti akan tersedia tahun 2018. Tabungan bulanan dari tahun lalu hanya cukup untuk beli tiket. Lalu sisanya pakai apa ya? Ok, coba kita alokasikan dari dana THR dan uang cuti. Hmm..masih kurang deh. Kalau gitu, kuras tabungan dikit yuukk.

Baiklah, tiket promo Singapore Airlines kami beli dengan harga IDR 10.5 juta untuk dewasa dan IDR 10 juta untuk anak-anak sudah di tangan sejak Oktober 2017. Rute sudah disepakati yaitu Belanda, Prancis, Swiss dan Italy. Sip, kita berangkat 25 Mei 218.

Persiapan dimuai sejak Desember 2018. Bulan Mei sudah memasuki musim panas di eropa yang mana artinya musim liburan dan sepertinya akan agak mahal. Ya benar saja. Hotel yang kami pesan untuk 3 Dewasa dan 2 anak kok paling murah IDR 2.5 juta semalem ya?

Hotel beres, lalu kami kami beli Eurail untuk pindah-pindah dari satu negara ke negara lain di eropa. Total berlima habis IDR 16.8 juta. Mahal yaaa. Yang kami beli adalah eurail selected pass untuk 4 negara dan 5 hari traveling. Kami belinya via http://eurobytrain.com/

Visa hanya bisa diurus paling cepat 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Sekali lagi, karena itu pas musim liburan dan musim panas, lebih baik kita pesan secaepat yang kita bisa. Biaya Visa Schengen mahal ya. Harga terupdate bisa di cek di website http://www.vfsglobal.com/Netherlands/Indonesia/Bahasa/Tourist.html. Oh ya, visa hanya bisa diajukan di negara Schengen yang kita akan tinggal paling lama. Atau jika beberapa negara kita akan tinggal dengan durasi yang sama, maka ajukan aplikasi visa dari negara tempat kita mendarat. 

Sendiri

Bangun pagi, aku sendiri
Pulang kantor, aku sendiri
Pulang lari, aku masih sendiri
Sepi tanpa malaikatku
Rumah hanya menjadi susunan batu dan bangunan tanpa nyawa
Beberapa hari kedepan, aku masih sendiri
Tapi rasa itu tetap di hati 

Ibu

Ibu,
Tak lama aku bisa mengenalmu
Tak cukup kesempatanku untuk bisa menyerap semua nilai-nilai baik mu
Bahkan tak banyak aku bisa menemukan fotomu di handphone ku

Ibu,
Maafkan segala kekuranganku sebagai anak dan menantu
Yang tidak bisa selalu membuatmu bahagia dan bangga
Aku sudah berusaha tapi aku yakin semua tidak sempurna

Ibu,
Beristirahatlah dengan tenang
Tak lama memang aku mengenalmu
Tapi yang terngiang dan terkenang hanya kebaikan darimu 


Senin, 18 Juni 2018

Satu Dasa Warsa

Sepuluh tahun yang lalu, kita mengikat janji untuk bersatu
Sepuluh tahun yang lalu, dua cinta menjadi satu
Sepuluh tahun yang lalu, kita memulai langkah bersama selalu

Sepuluh tahun usia pernikahan kita
Usia yang masih sangat muda
Namun sudah memberikan banyak kenangan dan perjalanan indah
Yang sudah aku nikmati bersamamu
Masih banyak tahun-tahun indah di depan yang sudah menanti
Untuk kita lalui bersama sampai akhir waktu bersamamu

Sepuluh tahun, ulang tahun pernikahan kita artinya bertambah satu tahun karunia cinta dan kasih sayang yang sudah kita nikmati dan akan mengakar semakin kuat

Selamat ulang tahun pernikahan kita sayangku Nyoman Mega Trisni Dewi
Mari kita menua bersama dan menikmati sisa umur kita dalam bingkai cinta dan kasih sayang yang sudah kita rajut bersama