Selasa, 18 Januari 2022

This Is Home

Pagi ini dia dan anak-anak berangkat ke Bandung untuk persiapan lomba berkuda Nara. Sedangkan aku, masih disibukkan dengan kerjaan kantor walau dari rumah saja. Persiapan sudah beres dan mereka siap untuk berangkat.

Aku bantu untuk memasukkan barang-barang dan perlengkapan ke dalam bagasi dan memastikan tidak ada yang terlewatkan atau tertinggal. Aku memang akan menyusul hari jumat nanti, tapi acara akan dimulai sejak hari kamis dan aku tidak mau ada yang terlewatkan.

Mesin mobil menderu dan mereka segera berlalu. Sepi sekali rumah ini terasa. Tiba-tiba semua menjadi senyap. Hanya ditemani suara air kolam gemericik dan kicauan burung yang sesekali menghibur diri.

Aku duduk di kursi ruang tengah. Mataku tertuju pada tulisan yang tergantung di dinding. ‘Love, makes a house a home”. Kupejamkan mata sekejap dan kurasakan tawa canda ceria yang senantiasa mengisi ruang rumah.

This is home, begitu aku berbicara pada diriku sendiri. Tidak sampai 5 menit berlalu, serasa, rasa kangen sudah terasa hangat di dalam dada. Ok, sebaiknya aku segera naik ke kamar dan mulai bekerja.

Sampai jumpa hari Jumat. Tak sabar aku menanti hari itu. Sementara ini, aku akan menyibukkan diri di rumah. This is home, dimana hangatnya cinta selalu menanti kita.



Memulai Hidup

Banyak orang bilang kalau hidup itu dimulai saat kita berumur 40 tahun. Hmm..sepertinya itu tidak berlaku bagiku.

Hidupku dimulai saat aku memiliki dia dan mereka.





Sabtu, 07 Agustus 2021

SMA 1 Denpasar: 3 Tahun Yang Penuh Dengan Gairah, Cinta dan Persahabatan

Kakiku melangkah menuju gerbang itu. Mataku tertuju pada suatu sudut yang tak pernah aku lupakan. 

Terbayang aku membaca pengumuman penerimaan siswa baru diantara puluhan calon siswa yang punya harapan dan mimpi yang sama.  Aku keterima!

Ditemani istri dan anak-anak,  aku memberanikan diri untuk menuju ruang guru dan menyapa salah satu guru kesayanganku.  "Siang bu Lia, saya Budi.  Apakah ibu masih ingat? " Dengan wajah merona dan senyum mengembang,  beliau menyapaku dengan penuh semangat.  Haru, serasa ingin menitikan air mata tapi aku malu.  

Aku menanyakan bagaimana kabar beberapa guru kesayanganku. bu Alit (sekarang almarhum), Bu Indrawati, Bu Sri, Pak Loper (baca: Lover), dll. 

Bu Lia bercerita kalau beliau-beliau sudah pensiun dan tinggal Pak Loper yg sedang mengajar di kelas.  Tak sabar, aku mendatangi kelas beliau mengajar dan menyapa dengan semangat seperti murid yang ingin masuk kelas. 

Tawa dan cerita mengalir deras.  Banyak "rahasia" yang Bu Lia dan Pak Loper ceritakan di hadapan istri dan anak-anak yg membuat aku malu.  Tapi itulah masa SMA ku, 3 tahun yang penuh gairah, cinta dan persahabatan. 

Banyak hal yang ingin aku ceritakan dan ngobrol dengan guru - guru di sekolah. Namun waktu juga yang harus mengakhiri pertemuan singkat kami. Kebanggaanku semakin tebal, cintaku tak akan pernah pudar, padamu SMA 1 Denpasar.




Nana

Hari itu selalu kutunggu

Hari sabtu

Waktu dimana aku dan kamu

Dua hati menjadi satu

Bolehkah aku menyentuhmu? 

Tanpa ragu, kau pun setuju

Mataku dan matamu bertemu

Ku belai setiap lekukmu

Ku hirup aromamu

Ku nikmati setiap waktu ku

Bersamamu

Kau adalah Nana ku 



Jumat, 09 Juli 2021

13 Tahun


Sejak Pandemi

24 jam sehari

Dari pagi hingga pagi lagi

Selalu bersama menikmati hari

 

Happy Anniversary

Do not worry

I will be there whenever you want me 

Senin, 31 Mei 2021

 Menikah itu adalah pelajaran seumur hidup.

Begitu pesan yang paling aku ingat dari almarhum Bapak mertua, salah satu guru dan mentorku dalam menjalani pernikahan dan belajar lebih santai dalam menjalani kehidupan.  

Senang bisa melayani dan menemani Bapak selama tinggal disini. Tentu semua sekarang tidak akan pernah sama tanpa kehadiran Bapak dalam kehidupan kami.

Aku mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan sebagai anak dan menantu. Tentu Aku tidak bisa membalas semua kebaikan Bapak. Hanya doa yang bisa aku panjatkan semoga Bapak bisa beristirahat dengan tenang dan bahagai disana bersama Ibu.

Walau Bapak dan Ibu sudah tidak ada di dunia bersama lagi, kami sebagai anak tetap memohon agar kami selalu dalam tuntunan mu.

Sampai jumpa dan titip salam buat Papa ya…

Selamat berkumpul dan bahagia bersama disana...



BALI, Aku Pasti KemBALI

Tak sengaja aku browsing di yutube dan menemukan video lagu “Happy Birthday” yang diciptakan oleh Balawan. Pertama kali menonton, aku langsung jatuh cinta akan lagu, lirik, music dan tentu saja video klipnya.

Dengan lagu, lirik yang sederhana namun di bungkus dengan musik dan instrument tradisional, lagu ini menjadi sangat indah. Pelengkap kesempurnaan itu adalah video klip yang menggambarkan suasa keseharian di Bali, rumah tradisionalnya, kegiatan warganya dan pilihan hadiah ulang tahun dari yang sederhana sampai mewah. Aku melihat bahwa perayaan dan hadiah ulang tahun adalah universal, bisa diberikan dan dinikmati oleh semua kalangan. Bahagia tanpa syarat.

Link: https://www.youtube.com/watch?v=EUnSn7LreEA

Sampai melihat video tersebut, pikiranku seketika melayang ke sana. Aku merasa begitu kangen dengan suasana di Bali, keluarga dan segala keceriaannya. Aku terhanyut dalam suasana dimana hati begitu merindu.

Bersyukur sejauh ini masih diberi kesempatan untuk melihat belahan dunia lain namun perasaan emosional dan merindu tidak pernah serasa begitu dalam jika teringat kampung halaman.

Ah…Bali, I love you dan aku pun merindu. See you!!!!

BALI, Aku pasti kemBALI.

Link: https://www.youtube.com/watch?v=4k6jzCr_fCk