Sabtu, 22 Februari 2025

Palace di Korea

Sebelum berangkat ke Korea, aku menyempatka diri untuk browsing tempat-tempat menarik apa saja yang bisa kita kunjungi. Karena Korea kaya akan budaya, maka tentu saja Palaces/Istana menjadi salah satu tujuan utama.

Setelah mencari tahu, aku tertarik dengan beberapa Istana Raja. 

1. Gyeonghuigung Palace

Salah satu dari 5 Palace besar di Korea. Di bangun pada masa Dinasti Joseon. Letaknya di selatan kota Seoul. Masuk kesini gratis. Entah emang gratis atau hari itu ada even tertentu
2. Gyeongbokgung Palace
Salah satu istana yg terletak di utara kota Seoul yg termasuk 5 palace besar pada Dinasti Joseon. Masuk ke sini waktu itu gratis(tulisannya today is free admission).
Pengen foto2 lebih banyak tapi apa daya, tangan beku walau udah pake sarung tangan.

Palace/Istana selalu menarik perhatianku. Kemana saja aku berwisata, jika ada Palacenya, pasti aku akan menyempatkan diri untuk berkunjung. Setiap memasuki gerbang atau halaman palace, pikiranku langsung melayang kemasa lampau. Membayangkan bagaimana kehidupan Raja dan rakyatnya pada jaman itu.

Pikiran melayang dan sayup-sayup terdengar suara pasukan berlarian menyambut Sang Raja. Dan akupun sadar, sekarang sudah tahun 2024.
















Tiba di Korea

Mendarat di Incheon naik Maskapai Asiana Airlines jam 8.40 pagi. Antri imigrasi sekitar 1 jam an karena emang lagi rame.

Selesai imigrasi, koper udah muter2 di belt. Ganti kostum karena di luar suhu udah minus dan dingin banget.

Habis ganti, ke convinience store beli T-money. Harga kartu KRW 8 ribu dan top up saldo KRW 50 ribu.

Aseli, transportasi di korea terhitung murah. Kartu isi segitu sampai pulang juga masih sisa padahal dipake 11 hari dan bolak balik baik bus or metro.

Karena nginep di daerah Mapo-Gu (deket pasar Mangwon), naik bus bandara kena KRW 17 ribu per orang bus no 6011. Kalau mau lebih murah, naik metro. Cuma bawa koper gede2, kayaknya lebih mudah naik Bus.

Tiba di penginapan, belum bisa check in. Muter2 di pasar Mangwon, terus makan siang dulu.

Rata2 harga makan siang di Korea KRW 8 ribu - 12 Ribu per orang. Itu udah enak dan porsi besar2.

Lanjut main ke Seoul World Cup Stadium. Kiling time aja sambil lihat2 pemandangan seputaran penginapan.







Ski

Sangat banyak hal-hal dan pengalaman menarik yang kami alami selama liburan di Korea. Namun ada 1 yang sangat berkesan yaitu sewaktu kami mengunjungi Elysian Gangchon Ski. Awalnya hanya ingin main salju dan seluncuran. Sayang sekali kalau sudah liburan musim dingin di negara bersalju tapi tidak main salj, begitu pikirku.

Meluncurlah kami ke Elysian Gangchon Ski. Sampai sana, udah mulai terlihat hamparan salju putih lengkap dengan seluncuran ban untuk bermain. Mencoba beberapa kali main seluncuran ban seru tapi lama-lama bosen juga.

 

Tiba-tiba anak-anak tanya “boleh main ski?” what? Emang tahu cara main ski? Setelah tanya sana-sini ternyata lumayan mahal juga biaya main skinya. Nara sempat ragu setelah melihat harganya. Namun aku berfikir, sudah sampai sini, kenapa ga dicoba aja. Ini pasti akan menjadi pengalaman yang indah buat mereka.

 

Setelah sewa perlengkapan, kami bingung. Ini cara pake nya gimana? Memberanikan diri tanya orang yang baru selesai main. Akhirnya diajari cara memakai dan melepaskan semua perlengkapan ski. All set. Yuk berangkat.

 

Nah sampai di arena ski, aku meminta mereka main di track yang beginner aja karena sama sekali belum pernah main ski. Papan ski harus dibawa masing-masing. Lucu banget liat Gita bawa papan ski yang ukurannya lebih gede dari badannya.

 

Nara berhasil meluncur dengan sukses namun tidak dengan Gita. Yang buat aku dan istri senang adalah, walau kesusahan dan jatuh berkali-kali, Gita tetap berusaha bangkit dan menyelesaikan track nya sendiri. Sampai bawah, dia coba naik lagi untuk meluncur. Itu semangat yang membuat aku bahagia karena dalam kehidupan, kita harus bertangung jawab atas pilihan kita sendiri, jatuh, bangkit lagi dan selesaikan sampai akhir tanpa menyerah.

 

Mudah-mudahan ini menjadi core memory yang akan abadi buat mereka. Anak-anakku, terima kasih sudah membuat aku tersenyum bahagia. Sangat bahagia.




Korea

Kemana kita tahun ini? Begitu aku membuka diskusi rencana liburan tahun 2024. Pertama aku menjelaskan berapa anggaran yang kita punya untuk liburan. Setalah anggaran diketahui, mulailah opsi-opsi bermunculan.

Beberapa opsi yang muncul, rata-rata adalah negara Eropa karena pengen merasakan “White Christmas”. Selain akan jadi pengalaman pertama, merasakan liburan musim dingin pertama kalinya tentu akan jadi pengalaman yang menyenangkan.

 

Setelah hitung-hitung berapa opsi Negara Eropa, sepertinya belum memungkinkan karena harga tiket dan apply visa membutuhkan biaya yang tidak murah. “Ok, bagaimana kalau Jepang (Sapporo)?” begitu celetuk mereka. Aku mulai mencari beberapa informasi mengenai harga tiket pesawat karena harga tiket adalah Koentji. Namun sayang sekali, tidak ada harga yang “murah”. Jikapun ada travel fair, Libur Natal dan Tahun baru adalah black out date.

 

Putar haluan, bagaimana kalau Korea? Check and Re-check, nah harga relative terjangkau. Cuszz yuk kita atur itinerary. Kemudian tiket kita pesan dan 1 bulan sebelum keberangkatan Visa sudah keluar. Banyak yang bilang bahwa Korea cukup sekali saja dan tidak akan kembali. Hmm..jadi menaruh ekspektasi yang rendah disana supaya tidak kecewa.

 

Namun setelah mendarat di hari pertama dan menjalani sekitar 15 hari di Korea, dengan yakin dan kompak kami mengatakan “yes we want to go back for sure!”.

 

Korea adalah negara yang amazing. Pemandangan, makanan, transportasi publik, bangunan Sejarah, taman nasional dan masyarakatnya sangat ramah. Benar-benar jauh dari apa yang orang-orang itu katakana tentang Liburan ke Korea. Ini adalah salah satu pengalaman liburan kita yang terbaik. Semua kompak “Setujuuuuu!!!”.

 

Dengan menjalani liburan ke Korea, semua terasa semakin indah karena kita masih diberi rejeki dan kesehatan untuk bisa menjalani liburan keluarga bersama. Terima kasih Tuhan atas segala karunia untuk keluarga kami. Liburan keluarga adalah dimana kami semua bersama-sama, menikmati setiap detik dan langkah untuk semakin saling memperkuat kasih sayang. Love u guys!!!     



Selasa, 11 Juni 2024

Koridor 1 - Bus Transjakarta

Pagi masih menunjukkan pukul 7.47 ketika bus transjakarta jurusan Kota - Blok M (Koridor 1) yang aku tumpangi melaju membelah kepadatan lalu lintas jalan Jend. Sudirman. AC bus meniupkan hawa dingin dan aroma wangi masih tercium jelas. Serasa naik bus di negara maju, pikirku.

Untuk menghindari kepadatan di stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Sudirman, maka setiap turun kereta Light Rail Transit (LRT), aku memilih untuk menaiki bus transjakarta menuju kantor daripada menggunakan Kereta MRT dari stasiun. Walau jalan lebih jauh, tapi itu lebih baik daripada harus bedesakan di peron kereta KRL, begitu pikirku. 

Bus melaju dengan nyaman. Dalam lamunan, pikiranku melayang ke waktu 15 tahun yang lalu saat aku dan dia masih pacaran. Waktu itu aku dan dia masih kos di daerah Setiabudi. Kantornya di Kelapa Gading dan aku di Gatot Subroto. 

Untuk ke kantor, tiap hari dia naik bus transjakarta koridor 1 dan berganti bus di halte Harmoni untuk pindah ke Koridor 2. Begitu juga sebaliknya saat pulang kerja. Biasanya, karena aku pulang duluan, aku akan menjemputnya dan menunggunya di Halte Harmoni untuk kemudian pulang bersama ke Setiabudi.

Ah tak terasa 15 tahun dan  waktu cepat berlalu. Namun kenangan itu terus membekas manis. Perjuangan dan perjalanan yang pernah kita lalui tidak mudah. Tentu ke depan banyak tantangan yang akan kita hadapi. Namun perjalan manis masih menanti untuk dinikmati. Oleh karena itu, mari kita fokus akan hal-hal manis dan tantangan biarlah jadi pemanis kehidupan.

"Pemberhentian berikutnya, Gelora Bung Karno". Terpaksa aku hentikan lamunanku. Senyum kecil masih terasa hangat dan aku siap untuk menikmati hari dengan penuh semangat.    

https://budidauh.blogspot.com/2008/11/sebuah-malam-di-jakarta.html


Selasa, 13 Februari 2024

Lauterbrunnen - Switzerland 2023

Liburan keluarga di Lauterbrunnen, Swiss. Kami berlima (3 dewasa dan 2 anak).

Transportasi:

Habis transit semalem di Interlaken (#biinterlaken), kami berangkat ke tujuan utama di Swiss yaitu Lauterbrunnen dari Interlaken Ost. Naik kereta one way sekitar 20 menit CHF 5.8 dewasa dan CHF 3.8 anak udah potongan #bieurail atau travel card Interlaken.

Tempat yg dikunjungi:

Tentu saja treking, desa2 dan air terjun yang super cantik. Disini kami jalan dari ujung ke ujung. Kami rasa ini adalah destinasi fav dan paling cakep di Swiss. Mahal? Sangat!! Tapi wajib diusahakan kalau emang ke Swiss.

Penginapan:

Trik menghemat, kami nginap di hostel yang berjarak 140 m dari stasiun dan ada dapur sharingnya. Jadi masak sendiri jauh lebih murah. Total untuk berlima CHF 323 total 3 hari 2 malam. Karena check ini disana jam 16.00, kami minta early check in dan dikasi donk jadi jam 11.30. Habis nyampe, cuz jalan sampe sore.

Deket penginapan ada tempat cuci baju. Harga CHF 5 untuk cuci dan CHF 5 untuk dryer. Sepertinya halnya di #bisalzbrug dan #biinnsbruck , nyuci adalah solusi biar bisa bawa koper yg kompak.

Walau mata uang CHF, mereka terima EUR (notes) dan kembalian akan di kasi CHF.

Lauterbrunnen dan Grindelwald (#bigrindelwald) udah kayak negeri "dongeng" yg kemanapun memandang seger dan indah 😁




























Zurich - Switzerland 2023

 

Liburan Keluarga di Zurich.

Transportasi:

Dari Lauterbrunnen (#bilauterbrunnen) naik kereta ke Interlaken Ost (#biinterlaken) tapi ini ga di cover #bieurail. Kalau ga salah habis sekitar CHF 24 (3 dewasa dan 2 anak) udah termasuk diskon Eurail.

Dari interlaken baru ke Zurich (2 jam).

Tempat yg dikunjungi:

1. Kota tua (Alstadt). Menurut kami,nkota Zurich terlalu padet dan rame. Ga terlalu  

    terkesan dengan kota ini. Hanya pinggir kali dan bangunan kota tuanya aja yg menarik.  

    Dan harga di Zurich mahaaalll. Tiket 24 jam yg kami beli CHF 8.8 dewasa dan CHF

    6.20 anak2 hanya untuk zona 1. Kalau mau cover zona lainya, tambah lagi dan lagi.

    Dibandingkan dengan kota lain selama trip, ini yg paling mahal 🤣

2. Mt. Titlis. Rute ini ga masuk list awalnya. Tapi berhubung anak kecil pengen liat salju,

    cuz lah. Dari Zurich transit di Luzern lalu nyambung ke Engelberg (PP) pake #bieurail

    Perjalanan total sekitar 2 jam one way. Sampai stasiun, ada bus no 300 gratis yang

    antar ke stasiun kereta gantung. Total biaya tiket ke Mt. Titlis CHF 312 untuk 3

    dewasa dan 2 anak (termasuk ice flyer) dan harga ini udah diskon eurail.

    Tapi sayang sekali hanya bisa naik ice flyer tanpa bisa maen sluncuran es karena es

    tipis dan area di tutup. Mungkin ini sebagian efek dari pemanasan global kali ya. Detail

    harga ada di website mt. Titlis (www.titlis.ch)

3. Bayar tiket kereta yg bisa cover zona 1 dan airport kami bayar CHF 13.60 dewasa dan

    CHF 6.80 anak2 untuk periode 24 jam. Mahal..














Penginapan:

Kami cari hotel yg ada share kitchen nya biar bisa hemat. Total CHF 432 untuk 3 dewasa dan 2 anak. Lama tinggal di hotel ini 3 hari 2 malam.

Zurich mahal banget. Jadi sebisa mungkin hemat di makan dan maksimalin tiket transportasi yg udah di beli