Kamis, 04 Juni 2009

"Menu" Istimewa

Sejak tinggal di Cibubur, aku selalu membawa bekal sarapan dari rumah. Selain bisa menikmati masakan istri, itu juga karena aku selalu tiba di kantor setelah jam kantor hampir mulai, dan kantin pun pasti sudah tutup. Kebiasaan itu masih aku lakukan sampai hari ini.

Pagi ini, seperti biasa, setiap menjelang berangkat ke kantor, aku selalu menyempatkan diri untuk bercanda dengan Nara walau dia masih terlelap dalam tidurnya. Sekedar mengucapkan kalau aku sayang padanya. Tas bekal sarapanku sudah siap, dan aku pun berangkat.

Radio kesayanganku selalu menemani perjalananku. Sambil sedikit berdendang, aku berfikir betapa senangnya karena ini hari jumat. Besok libur dan saatnya berkumpul dengan keluargaku. Tak sabar segera sore.

Tiba di kantor, perut terasa sangat lapar. Aku mulai membuka kotak sarapanku. Ada secarik ”menu” special yang tak terduga. ”Menu” dengan isi sebagai berikut: ”Selamat pagi sayang...Cuma mau bilang I Love U aja Kok.. Setiap hari, semakin cinta. Makasi ya sudah jadi Superdad untuk Nara. Selamat Kerja & selamat makan. Luv u, Mega”

Sarapan pagi ini terasa berbeda. Ada “menu” resep istimewa di dalamnya. Resep sederhana namun dengan cita rasa yang luar biasa, membuat aku semakin cinta padanya.

Kamis, 21 Mei 2009

Ulang Tahun Istriku


Suara tangisan manja anakku tercinta telah membuatku terbangun dari tidur lelapku. Aku mulai memaksakan untuk membuka kedua mataku dan melihat apa yang terjadi dengannya. Ternyata dia hanya merenggangkan badanNya yang mungil. Tapi setelah aku pikir-pikir, mungkin Nara membangunkan diriku agar aku tidak terlelap dan melewatkan detik-detik pergantian hari menuju hari ulang tahun istriku.

Aku melihat jam, dan masih jam 23.00 WIB. Masih satu jam lagi. Aku berusaha memejamkan mataku lagi, namun tidak bisa. Aku melangkah ke luar kamar dan menonton televisi sambil menunggu datangnya tengah malam. Satu persatu chanel aku coba namun tidak ada yang menarik. Baru 30 menit menanti, rasa bosan menghampiri. Aku kembali ke kamarku. Aku liat Nara dan Istriku sedang tertidur lelap. Melihat mereka berdua sungguh sangat bahagia. Tenang dan hangat terasa.

Lebih kurang 20 Menit aku hanya memandangi mereka berdua. Nara mulai menggeliat seolah-olah memberi tanda sekarang saatnya. Aku mengeluarkan hadiah ulang tahun yang sudah aku siapkan 2 minggu sebelumnya.

HAPPY B’DAY SAYANG...suaraku membangunkan tidurnya. Lalu dengan semangat aku memaksanya untuk membuka kado yang aku siapkan. Melihat dia senang dan cocok memakainya, aku merasa sangat puas dan bahagia, Mewujudkan salah satu mimpi lamanya adalah suatu kebanggaan dan kebahagian bagiku.

Ini hadiah dari Aji dan Nara ya Ibu. Nara yang kasi Ide dan aji yang beliin. Semoga usia yang sudah menginjak 26 Tahun ini, Ibu makin dewasa dan makin sayang sama Nara dan Aji. Kita semua sayang sama Ibu. Ibu adalah segalanya buat kita. Luv u Ibu.

HAPPY BIRTHDAY 21 MEI 2009...

Minggu, 10 Mei 2009

Hari Yang Menyenangkan


Hari minggu kemarin sungguh merupakan salah satu hari yang paling menyenangkan, karena aku seharian bisa berada di rumah bermain dengan Nara. Sejak beberapa hari sebelumnya aku sudah merencanakan untuk menyelesaikan semua urusan di hari sabtu.

Walau hari minggu merupakan hari libur, tapi aku tak mau bermalas-malasan membuang waktu. Aku bangun pagi sekali dan mulai mengganggu tidurnya Nara. Lucu dan menggemaskan sekali melihat dia tertidur lelap.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Walau sudah seharian aku bermain dengan Nara, tapi tetap saja serasa baru sekejap. Rasa kangen 5 hari kerja belum terbayar lunas.

Sambil memandangi dia tertidur lelap di ruang tengah, aku menggosok sepatu kerjaku. Sudah seminggu kayaknya tidak dibersihkan. Sambil membersihkan sepatu, aku menanyakan perihal status pekerjaan istriku. Sekali lagi hal yang sungguh menyenangkan dan membangkankan terjadi. Istriku naik pangkat. Puji Syukur aku panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti aku sampaikan diatas, hati itu sungguh menjadi salah satu hari yang paling menyenangkan. Bermain dengan Nara, mendapat kabar gembira dari Istriku meletup semangatku untuk menjalani hari-hari ku kedepan.

Terima kasih Nara dan Ibu atas hari indahnya. Sayang, aku tahu kamu malu untuk menceritakannya, tapi berita itu telah membuat aku semakin bangga padamu, sangat bangga.

Selasa, 21 April 2009

Nuansa Hati

Suatu yang hebat dan mempesona ketika dia menyapa dan duduk di sampingku. Masa perkenalanpun mengalir kaku ketika aku menanyakan nomor handphone nya. Ada keraguan dalam diriku apakah dia akan menjawab pertanyaanku yang pribadi itu.

Pancaran dirinya terus menggangguku. Apalagi ketika perbincangan ku mulai mengalir. Walau hanya membicarakan hal-hal yang wajar, namun tetap saja mengasyikkan.

Hari perkenalan berlalu sudah, namun bayang-bayangnya tak mau pergi. Senyumnya sesejuk hawa di pegunungan itu. Pesonanya seperti hamparan birunya langit tiada bertepi.

Kini terasa sungguh semakin aku mengenalnya, serasa semakin aku yakin padanya. Semakin aku jatuh cinta padanya. Kasih yang telah dia tanam, akan selalu berkembang di dalam hatiku. Tak dapat aku jauh dari dirinya. Semakin aku pikirkan, maka serasa semakin dekat. Dialah nuansa ilham yang telah mencerahkan hari-hariku.

Senin, 20 April 2009

Nara


Begitu jam menunjukan pukul 17.30, maka tiada alasan lagi aku untuk tidak segera pulang. Ada atau tidak ada teman satu kendaraan, aku mencari jalan pulang yang lain. Intinya aku harus segera pulang.

Aku memiliki rutinitas baru. Berangkat ke kantor lebih siang dari biasanya, dan pulang tepat begitu jam kantor berakhir. Ini karena Nara, anak aku yang lucu dan menggemaskan.

Walau kadang-kadang aku harus terjaga malam hari mendengar tangisan atau sekedar menenangkan tidurnya, aku tidak peduli. Semua aku lakukan dengan senang hati. Walau mata mengantuk keesokan harinya, tidak masalah. Itu bentuk kasih sayangku pada Nara.

Tidak ada henti-hentinya aku memikirkan Nara. Dia sudah memberikan aku tambahan semangat untuk menjalani hidup ini. Hidup yang semakin lengkap dengan memiliki Istri yang luar biasa dan Anak yang cantik.
Mungkin kamu lelah menerima telponku setiap saat untuk sekedar menanyakan kabar Nara dan kamu. Itu semua Aku lakukan karena Aku kangen dan sayang sama kalian. Aku pengen selalu ada disamping kalian dan melihat kalian tumbuh dan tersenyum.

Terima kasih sayang, kamu telah memberikan aku anak yang luar biasa. Anak yang akan menjadi perekat keluarga dan cinta kita. Semoga Nara bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan membanggakan.

Senin, 06 April 2009

My Girl


“Aji, siap-siap ke dokter ya”. Sedikit terkejut, takut campur bahagia ketika mendengar istriku mengucapkan kalimat itu. Tanpa pikir panjang, aku segera memasukkan tas bayi dan tasnya yang sudah aku siapkan sejak 2 minggu lalu. Sembari menunggu dia selesai mandi, aku mulai berfikir pelan-pelan apa lagi yang harus aku persiapkan lagi. Aku berusaha tenang.

Pukul 08.10 Wib aku tiba di RS Bunda Menteng. Karena sudah pernah ikut kelas kehamilan disana, jadi aku tahu rute yang harus aku tempuh. Setelah mendaftar, istriku masuk ke ruang persalinan. CTG dilakukan dan test dalam. Ternyata sudah bukaan 1. Senang dan bahagia menjadi satu. ”Kemungkinan 10 – 12 jam kedepan anak ibu sudah bisa lahir” begitu kata dokter.

Waktu terus berlalu. Istriku tak kunjung mendapat kontraksi yang kuat dan mulas. Dia dengan semangat dan cerita terus menikmati tibanya saat persalinan. Hasil CTG kedua juga menunjukkan kontraksi yang lemah ditambah denyut jantung bayi yang ”silent”.

Pukul 18.00 Wib, 10 jam sudah berlalu. Dokter melakukan kunjungan dan konsultasi. Namun ternyata, bukaan tidak bertambah sedikitpun. Mungkin oleh karena itu istriku tidak merasakan mulas.

Aku diberi 2 pilihan, mau menunggu atau operasi. Tidak ada pilihan induksi karena jantung bayi sempat ”silent”. Kami diberi waktu 3 jam untuk berfikir untuk menghindari hal-hal yang tidak kami inginkan sambil menunggu dokter menyelesaikan praktiknya.

Aku meminta untuk melakukan CTG terakhir kalinya karena istriku ingin lahir normal. Namun, kenyataan berkata lain. Detak jantung bayi gawat. Dia stress. Dokter tidak memberikan kami lagi pilihan. Harus operasi!!!

Setelah berjuang sekian lama untuk lahir, ternyata dia gagal. Dia terlilit tali pusar di leher. Kalau terlambat, akan membahayakan jiwa bayi.

Maka, pukul 22.38 Wib lahirnya putri pertama kami. Lega, senang dan sangat bahagia begitu mendengar tangisannya memecah keheningan malam. Dengan berat 3,1 Kg dan panjang 47 Cm, I.A. Nara Pramodawardani Dauh, begitu kami memberinya nama akan mengisi hari-hari bahagia kami kedepannya. Ratu yang bahagia dan membahagiakan orang lain sudah melihat dunia barunya.

Selamat datang di dunia baru Nara. Nara adalah sumber kebahagian dan kebanggaan baru buat Aji dan Ibu. We Love U So Much...


Lilypie 1st Birthday Ticker

Kamis, 02 April 2009

Surat Buat Ade'

Hari ini tepat ade’ berusia 39 minggu. Usia ade’ dalam kandungan ibu udah cukup untuk lahir kedunia. Ibu pun udah mengambil jatah cuti melahirkannya sejak tanggal 27 Maret kemaren.

Sejak hari itu, hari-hari ibu diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari belanja kebutuhan ade’, kebutuhan rumah tangga, senam dan beragam aktivitas lainnya. Aji sendiri masih menjalankan kegiatan kantor seperti biasanya.

Sedih memang meninggalkan ibu sendirian untuk menunggu ade’ lahir sedangkan aji sibuk dengan kegiatan kantor. Tapi aji melakukan ini untuk ade’ dan ibu juga. Aji sayang ma Ibu dan Ade’ dan aji mau kalian selalu bahagia, tercukupi apa yang kalian butuhkan.

Rumah ade’ di bukit golf juga sudah siap menyambut ade’. Ibu sudah membereskan sedemikian rupa sehingga nyaman untuk ade’ tumbuh. Mulai dari tempat tidur, lemari, pakaian dan serba-serbinya. Ibu ade’ emang wanita yang luar biasa.

Sabtu besok aji dan ibu sudah punya jadwal untuk ade’. Kita akan melakukan CTG. Aji lupa sih apa kepanjangannya. Tapi fungsinya untuk melihat kandungan secara keseluruhan termasuk daya kontraksi.

Ade’ sayang, tetep berjuang dan semangat ya. Ade’ harus bantu ibu ya. Semoga ade’ bisa lahir sehat dan lancar. Aji yakin ade’ pasti bisa. Ade’ tau? Aji dan ibu udah ga sabar untuk melihat ade’ dan mendengar tangisan ade’.
Uhmm....begitu nanti ade’ bisa memanggil kami dengan sebutan “Aji” dan “Ibu”, itu adalah panggilan terindah di dunia. Aji dan Ibu sayang banget ma Ade’.