Senin, 07 November 2011

Kehangatan Keluarga

Flight attendant, take off position. Begitu pengumumam pilot pesawat yang mengajakku terbang mengangkasa. Mata memandang jauh ke bawah tempat dimana Istri dan Putri kecilku menanti.

Seminggu bukanlah waktu yang sebentar. Bahkan sangat lama menurutku apalagi itu aku jalani dengan cara jauh dari keluarga tercintaku. Aku mulai menghitung hari. Senin, selasa..jumat, ah begitu lamanya, gumamku.

Hari pertama dan kedua aku lalui dengan cepat. Kesibukan membuat hari berlari tanpa terasa. Syukur hari ketiga aku memperoleh libur. Aku manfaatkan hari itu untuk sekedar jalan-jalan membeli sekedar oleh-oleh buat keluarga tercinta.

Jumat siang, aku semakin tidak sabar. Ingin segera pulang ke hotel dan tidur sehingga hari cepat berlalu.

Sabtu dini hari aku check out dari hotel. Sengaja memilih penerbangan paling pagi agar segera tiba di rumah. Tiba di tanah air, taxi meluncur dengan cepat di jalan bebas hambatan. Begitu pintu aku buka, sesosok putri kecil menyambutku dengan senyuman manjanya. Berpelukan... begitu indahnya. Inilah yang aku sebut kehangatan keluarga. Tiada duanya.

Minggu, 25 September 2011

Pemain Biola

Siang kemarin aku berjalan sendiri menuju sebuah toko musik untuk membeli CD pesanan istriku. Nama penyanyi yang tidak familiar membuat aku susah untuk menemukannya di rak. Akupun bertanya pada penjaga toko dan menunjukkan dimana aku bisa menemukannya. Ahh..ini dia yang aku inginkan, gumamku.

Pembayaranpun selesai dan aku siap untuk kembali ke kantor. Melangkah dari kasir kakiku terhenti. Aku terpana oleh semua video konser yang diputar dalam toko tersebut. Sound System yang memadai membuat suasana sungguh sempurna. Akupun duduk sejelak di ujung sofa sambil menikmatinya.

Tiba pada lagu kedua, mata dan telingaku semakin terfokus ke arah TV layar datar tersebut. Seorang penyanyi oriental menyanyi pada sebuah konser dengan judul lagu ”To Love You More” yang biasa dibawakan oleh Celine Dion.

Sejak awal intro, aku sudah sangat familiar akan lagu tersebut. Lantunan manis biola pembuka lagu membuat pikiranku melayang bebas tanpa beban. Semakin lama, alunan biola semakin membuat aku merasa sangat nyaman. Wanita penggesek biola yang terlihat sangat anggun dalam balutan gaun hitam menjadi salah satu bintang diatas panggung itu. Sangat mengagumkan.

Lagu itu pun berakhir. Aku beranjak dari kursi. Sambil berjalan kembali ke kantor aku membayangkan suatu kelak nanti Nara bisa menjadi pemain biola yang baik seperti yang aku harapkan. Menurutku jika perempuan bisa bermain biola, maka dia akan tampak semakin anggun.

Namun aku tidak akan pernah memaksanya untuk menuruti harapanku. Biarlah Nara yang akan menuntukan sendiri minatnya dimana sejauh ini masih sangat menyukai balet. Hmm..minat yang menarik juga.

Rabu, 21 September 2011

Suara Mungil Putri Kecilku

”Hallooo Aji....” suara mungil itu muncul dari balik telepon dari tempat nun jauh disana. Kaget, senang dan bahagia bercampur menjadi satu dalam hatiku. Untuk pertama kalinya putri kecilku menjawab telepon rumah secara langsung tanpa perantara pengasuhnya.

Cerita mulai mengalir dari ujung sana. Dengan lancar Nara menceritakan apa saja yang sudah dia lakukan dari pagi hingga siang itu. Indah terdengar walau dengan kalimat yang terpatah-patah, sampai akhirnya Nara berkata, ”Aji..udah dulu ya. Nara mau bobo.”

Telepon aku tutup dan kembali ke rutinitasku dengan hati gembira. Aku membayangkan waktu dulu ketika aku masih baru pacaran. Ada perasaan gundah ketika kekasih kita yang kita telepon tidak menjawab telpon kita namun begitu bahagia jika dia mejawab telepon kita pada kesempatan pertama.


Perasaan yang dulu aku alami kini terbangkitkan kembali oleh suara mungil putri impianku. Nara Pramodawardani.

Rabu, 07 September 2011

A Piece of Heaven

Pesawat baling-baling itu mendarat dengan sempurna. Tibalah kami di pulau Lombok. Udara pagi yang cerah menyambut kedatangan kami disana.

Liburan itu telah aku rencanakan jauh hari sebelumnya. Berawal dari perjalanan dinasku disana 3 tahun lalu, aku menceritakan tentang keindahan dan kenyamanan pulau Lombok dan berjanji untuk mengajaknya kesana. Baru tahun ini terwujud dengan sempurna.

Kami memutuskan untuk menikmati indahnya Gili Trawangan, sebuah pulau kecil di Barat Laut pulau Lombok. Berawal dari cerita orang dan hasil penelusuran dunia maya, tibalah kami disana.

Pantai yang jernih dan pasir yang putih menjadi pemandangan yang sangat menentramkan hati. Semua informasi dan cerita yang aku peroleh sebelumnya terbukti sudah. Pulau yang tenang, nyaman dan bebas polusi menjadi nilai tambah destinasi ini.

Tak bosan aku menikmati liburan tersebut dan tanpa terasa aku sudah kembali menginjakkan kaki di pulau Dewata. Masih terngiang dengan jelas liburan di pulau nan eksotis tersebut. Aku merasa pulau itu seperti potongan Surga yang jatuh ke bumi (a piece of heaven), begitu indahnya.

Senyum masih mengembang jika aku memutar kembali memori liburan itu. Apalagi aku telah menikmati potongan surga tersebut dengan ”malaikat-malaikat” yang Tuhan kirimkan kepadaku, keluargaku tercinta. Hmm...heaven on earth.

Minggu, 14 Agustus 2011

Happy Jadian

Happy jadian Ajiku...
I love u more and more everyday...

Kalimat pertama yang muncul pada lacar HP ku membuatku diam seribu bahasa.Sambil melihat kalendar yang terpajang di meja kerja, aku mencari tahu tanggal berapa sekarang ini. Tepat tanggal 12 Agustus 2011.

Aku mulai ingat. Itulah salah satu tanggal penting dalam perjalanan hidupku. Pada tangga itu, beberapa tahun yang lalu, aku secara resmi menyatakan cintaku kepada seorang wanita yang luar biasa yang sekarang menjadi pendamping hidupku dan telah menjadi ibu yang super untuk putri kecilku.

Tanggal itu seolah-olah peletakan batu pertama dalam pondasi sebuah bangunan dimana merupakan bagian terpenting untuk berdirinya sebuah rumah. Dengan pelekat rasa sayang dan cinta, aku yakin rumah ini akan terus kokoh dan semakin hangat untuk seribu tahun kedepan dan selamanya.

Walau aku lupa tanggal itu, namun aku tidak pernah lupa untuk menyayangi dan mencintamu karena rasa itu selalu ada dalam diriku, pikiranku, nafasku, hatiku dan segenap jiwaku.
I love u more and more everyday too...

Rabu, 06 Juli 2011

3rd Anniversary

Dari 1 kekuranganmu, terdapat 1000 kelebihanmu.
Dari seluruh wanita di dunia, hanya kamu yang ada di hatiku.
Dari semua pria di dunia, hanya aku yang mencintaimu dengan sepenuh hati.
Bila tidak ada lagi yang mencintaimu, berarti aku sudah tidak ada lagi di Bumi.

Happy Anniversary.
I love u more and more every day.

Jumat, 01 Juli 2011

Boni

Anjing kecil itu baru 3 bulan melihat dunia. Warnanya coklat dan terlahir sangat sehat. Sejak pertama melihatnya, aku sangat ingin untuk memilikinya untuk teman bermain ku di rumah. Saat itu aku masih duduk di sekolah dasar dan umurku sekitar 8 tahun. Dengan ijin sang pemilik, aku berhasil membawanya pulang.

Boni, begitu aku memanggil anak anjing lucu itu. Sangat aktif dan pintar, Boni menuruti setiap yang aku perintahkan. Makanan kegemarannya adalah ubi rebus dicampur dengan susu putih dalam mangkok makannya.

Makin hari Boni makin tumbuh besar dan sudah tidak boleh lagi berada di dalam rumah. Tubuhnya semakin tambun dan berbulu lebat coklat mengkilap. Sehari-hari boni menjadi penjaga rumah sekaligus teman bermainku.

Sampai akhirnya di usia sekitar 10 tahun, boni tertidur lelap di tempat kesayangannya dan tak pernah bangun lagi.

Saat ini, 22 tahun telah berlalu.....

Aku pulang dari pasar tradisional dengan membawa seekor kelinci berwarna putih dengan motif coklat. Kelinci yang akan menjadi peliharaan kesayangan Nara. Ia sangat senang dengan kelinci barunya.

Sambil melihat dia bermain bersama kelincinya, aku bertanya akan diberi nama apa kelincinya. Dengan lantang dia berkata ”Boni”.

Entah suatu kebetulan atau tidak, pikiranku kembali ke masa kecilku saat Nara menyebut nama itu. Nama anjing kesayanganku. 22 tahun berlalu dan nama itu kembali muncul dalam kelinci kesayangan Nara.


Aku berharap semoga Boni akan bersama kami untuk waktu yang lama sehingga bisa mengajarkan Nara untuk menyanyangi makhluk ciptaan Nya.