Minggu, 28 Juni 2020

Terima Kasih Indonesia Playschool Cibubur


Benar kata orang. Time flies, waktu sangat cepat berlalu.

Pertama kali mengunjungi sekolah Indonesia Playschool Cibubur (Komimo pada saat itu) tahun 2012 dimana Nara masuk kelompok bermain. Nara sangat menikmati segala kegiatan dan proses belajar disana. Dengan segala aktifitas dan perlombaannya sudah memberikat Nara kepercayaan diri yang baik. Nara pun tumbuh sebagai anak yang ceria dan selalu membanggakan.

Atas segala keberhasilan tersebut, Gita juga kami percayakan di Indonesia Playschool Cibubur. Sekolah ini terbukti tidak hanya baik dalam belajar, tapi yang terpenting adalah baik dalam mendidik. Tahun 2017 Gita pertama kali pergi ke sekolah ditemani kakak Nara (dalam video) dan kegiatan awal juga di temani kakak Nara. Terasa seperti nostalgia.

Sekarang Nara dan Gita sudah menyelesaikan pendidikannya di Indonesia Playschool Cibubur yang kami cintai. Mungkin kita tidak akan memiliki hubungan guru dan wali murid lagi namun hubungan kita sebagai orang tua dan keluarga akan tetap terjaga, selamanya.

Terima kasih sudah menjadi pendidik yang sangat luar biasa untuk Nara dan Gita. Terima kasih sudah menjadikan mereka anak-anak yang ceria, mencintai sesama dan menyanyangi alam semesta.

Tidak lupa kami sampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan anak-anak dan kelalaian kami sebagai orang tua. Semoga Tuhan selalu berberkati kita semua. Amin.  

Salam,
Budi Dauh











































Minggu, 14 Juni 2020

Pagi

Matahari menyambut pagi. Aku duduk di teras rumah ditemani suara gemericik air. Istriku datang membawa secangkir teh hangat dan kue bolu kukus.

"Sayang (maaf panggilan ini hanya fiksi), kamu lebih suka pagi atau senja", begitu dia bertanya membuka obrolan pagi.

Hhmm...itu pilihan yang sulit, begitu aku menjawab. Pagi itu menggambarkan semangat, optimisme dan gairah. Sedangkan senja melukiskan cinta, ketenangan dan instropeksi, aku melanjutkan.

"Jadi kamu pilih dan paling suka yang mana sayang?" (sekali lagi, panggilan ini hanya ada di dalam mimpi), begitu dia mengulangi pertanyaannya.

Aku tidak bisa memilih karena aku suka dua-duanya. Tapi kalau kamu tanya mana yang paling aku suka, aku paling suka kamu, hahahaha....



Rabu, 20 Mei 2020

Ulang Tahun ke-37? Hanya Sebuah Angka


Musim datang silih berganti mengiringi langkahmu
Tanpa terasa, bertambah satu usiamu
Sinar lilin kecil membias wajahmu merona
Teriring doa, semoga hidupmu semakin penuh warna
Terus bahagia dan raih cita
Selamat ulang tahun Cinta
Tetaplah memberi keceriaan untuk semesta  



Sabtu, 07 Maret 2020

Memori Dan Kenangan Terindah Dalam Foto

Sangat jarang atau bisa dikatakan tidak pernah aku mendapat libur akhir tahun selama ini. Dengan sisa cuti 3 minggu, maka aku putuskan untuk mengambil seluruh sisa cuti itu dalam rangka mengumpulkan energi dan pikiran segar sebelum masuk ke kantor baru di tanggal 2 Januari 2020 nanti.

Dengan persiapan kilat dan rencana serba cepat, kita memutuskan untuk pulang ke Bali namun dengan perjalanan darat, menyususi jalan tol trans Jawa. Hmm.. kuat ga ya? Begitu rasa takut menghampiri.

Karena liburnya panjang, jadi kita memutuskan untuk menginap di beberapa tempat. Tujuan pertama adalah Semarang. Perjalanan sekitar 5 jam dan kita lalui dengan sangat santai. Mampir di beberapa rest area untuk isi bensin atau sekedar melemaskan badan. Pemandangan yang indah membuat perjalanan sungguh menyenangkan. Tentu juga dilengkapi dengan perbekalan cemilan dan makanan yang mumpuni.

Pemberhentian berikutnya adalah Jember. Kita menginap di rumah tante yang rumahnya di daerah pedesaan yang dingin dan sangat alami. Anak-anak sangat betah disana. Begitu juga aku, hahaha…Pengen rasanya menginap sehari lagi karena masih banyak hal yang ingin kita ceritakan untuk sekedar melepas kangen. Nanti kita pasti kembali.

Next, Bali. Naik kapal ferry adalah pengalaman pertama dan tak akan terlupakan untuk Nara dan Gita. Wajah ceria dan tanpa terlihat lelah terus memancar dari wajah mereka. Senang dan bahagia rasanya melihat mereka bahagia.

Di Bali kurang lebih kita habiskan 10 hari. Nara dan istriku sudah punya datar apa saja yang akan mereka ingin makan dan kunjungi selama di Bali. Dan tentu saja, karena saking hepinya, waktu tak terasa telah berlalu. Saatnya kita pamitan. Sedihh…..

Penjalanan berikutnya kita menginap 4 hari di daerah kawah Ijen. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat indah. Mungkin begini yang dinamakan surga. Makan di tempat dengan pemandangan menakjubkan namun dengan harga yang sangat-sangat murah dan rasa khas lokal yang sangat kental. Tentu saja kita ga cukup sekali mampir kesana. Tracking di sawah, sungai dan hutan adalah salah satu menu terbaik di derah kawah Ijen. Sungguh menyenangkan dan menyegarkan. Dan lagi-lagi waktu sangat cepat berlalu mengantarkan kita ke kota berikutnya, yaitu Solo.

Tiba di Solo, kita mengingat di Ayom Java Village. Ini merupakan kejuatan untuk anak-anak karena ini adalah sebuah private villa dan tentu saja dengan sebuah kolam renang pribadi di dalamnya. Begitu tiba walau hari sudah mulai gelap, mereka sebuah nyebur. Byuurrrrrr…..

Oh iya, perjalanan dari Banyuwangi ke Solo, kita menembuh rute melalui Bondowoso dimana melewati kawah Ijen, hutan yang masih sangat alami dan deretan perbukitan/pegunungan yang dingin, indah dan sangat memanjakan mata. Swiss atau New Zealand? Ini dijamin tidak kalah cakep dan dinginnya!!

Selama 3 hari di Solo, kita mampir ke museum manusia purba Sangiran. Masuk ke museum aku seperti terlempar ke masa-masa pra sejarah dan membayangkan bagaimana kehidupan waktu itu. Kalau suka pelajaran tentang kehidupan masa lampau, ini adalah tempat yang pas. Lengkap dan sangat informatif.

Tiba kembali di Jakarta dengan pikiran yang segar dan tentu penuh kenangan indah. Puji Tuhan aku dan keluargaku sudah diberi kesempatan untuk melihat belahan dunia lain namun menurutku, ini adalah perjalan dan liburan terbaik yang pernah aku alami. Tiga Minggu yang tidak akan pernah aku lupakan dan akan selalu menjadi kenangan terindah.

Aku sadar bahwa bukan kemana tempat liburan yang penting namun apa yang kita lakukan dan dengan siapa kita menikmati liburan tersebut adalah hal yang terpenting. Terima kasih Tuhan, aku telah menikmati salah liburan terbaik ini dengan keluarga tercinta.

We keep this love in a photograph. We made these memories for ourselves (Ed Sheeran) 



Kantor Yang Baru

Banyak hal yang terjadi di penghujung tahun 2019, terutama di 3 bulan terakhirnya. Tanpa di sangka, aku mendapat sebuah peluang baru, bekerja di sebuah perusahaan keuangan multinasional dari Prancis. Tak pernah kebayang juga meninggalkan Bank yang sudah memberikanku banyak keceriaan selama hampir 10 tahun lamanya. Tapi begitulah, hidup harus berjalan.

Setelah melewati masa kerja 7-8 tahun, aku bahkan sempat terbayang kalau aku akan pensiun disini. Bukan hal dan pilihan yang buruk kok pikirku. Namun dibalik pikiran itu, aku tidak pernah pernah menutup untuk setiap peluang yang ada dan menghampiriku.

Setiap langkah aku jalani, hari demi hari. Emang tidak enak rasanya pindah dari suatu tempat yang nyaman dan sudah kita pahami seluk beluknya. Namun, setiap aku memandang foto keluarga kecilku, semangatku semakin bertambah. Iya, aku harus melangkah dan mencari hal yang baru yang aku percaya akan lebih baik untuk kita semua.

Tepat pada 1 Oktober 2019 aku setuju untuk mengarungi lautan baru dan 2 Januari 2020 ada hari pertamaku. Rasa senang ada. Rasa takut, pasti. Tapi takut membuat kita tetap hidup, begitu pikirku. Kembali kutatap foto keluarga kecilku. Iya, aku bekerja untuk mereka dan masa depan kita.

Sabtu, 21 September 2019

BJ Habibie

Bendera setengah tiang berkibar seantero Indonesia, pertanda bangsa sedang berduka. Kita dengan ikhlas melepas salah satu putra kabanggaan dan terbaik dengan jasa yang luar biasa bagi Indonesia.

Waktu itu usiaku baru menginjak 19 tahun. Sidang istimewa tahun 1999 menolak pertanggungjawaban beliau sebagai Presiden yang telah mampu membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi. Walau aku belum melek politik dan mengerti betul ekonomi, tapi aku merasa Habibie diperlakukan tidak adil. Semua keberhasilannya dinihilkan.

Sewaktu menjadi menteri, beliau sudah menjadi panutan karena kecerdasan dan cinta tanah air. Sewaktu Nara merasa minder karena tidak bisa juga bilang huruf “R”, aku memotivasi Nara dengan merujuk pada BJ Habibie yang juga tidak bisa bilang “R” (cadel).

Hari ini, aku benar-benar berduka. Belum pernah kurasakan kesedihan kehilangan tokoh bangsa seperti ini. Kisah kesetiaan dan cinta beliau kepada istri tercinta yang berpulang terlebih dulu juga menjadi panutanku. Aku belajar, seperti itulah harusnya menjadi laki-laki.

Banyak petuah-petuah yang menjadi panutanku khususnya bagaimana untuk menjadi suami terbaik dan menjaga cinta sejati.

Selamat jalan Pak. Istirahatlah dengan tenang..



Minggu, 01 September 2019

Masih Seperti Yang Dulu

Sayang....
Walau mungkin tubuhmu tak secantik dulu
Kakimu tak sexy lagi
Payudaramu pun tak kencang lagi
Bahkan mungkin aroma tubuhmu terkadang tak menggairahkan

Tapi sayang...
Cintaku masih seperti dulu
Bahkan bertambah
Sayangku tetap sama
Bahkan lebih besar
Senyumku masih tetap ada
Tak akan berubah

Tahukah kamu,sayang?
Hanya fisikmu yang berubah
Tapi aku yakin hatimu, perasaanmu, pengabdianmu
Seumur hidupmu tidak akan berubah

Sayang
Mungkin di luar sana banyak wanita cantik
Yang beraroma menggairahkan, yang sedap dipandang
Tapi adakah yang seperti kamu?
Yang selalu ada untukku, bagaimanapun aku
Di luar sana banyak gadis muda yang lebih menantang untuk didapatkan
Tapi sama kah seperti kamu?
Yang siap menghadapi kehidupan pahit dan sulit bersamaku

Ingatlah sayang...
Saat kita berjuang bersama
Saat kita menangis bersama
Hanya kita berdua yang tahu
Hanya kita berdua yang rasa

Sayang...
Jika suatu saat ada yang menawarkanku gairah yang lebih indah
Percayalah, kamu pernah memberiku gairah yang sama
Jika suatu saat ada yang menggoda mataku untuk sebuah keindahan
Percayalah, kamu pun pernah sangat indah untuk ku pandang
Kamu pernah dan tetap menjadi yang teristimewa
Kamu pernah dan tetap menjadi sosok yang aku perjuangkan
Kamu pernah dan selalu mengisi mimpi-mimpiku
Tidak pernah berpikir untuk mencari penggantimu
Tak ada yang bisa mencintaiku sepertimu

Tetaplah bersamaku
Pegang selalu tangan ku
Menualah bersamaku...